Kata Pak Bupati Zaki Harus Cepat Melayani Aduan Masyarakat, Tapi! Tuh Atap Ruang Kelas SD Negeri Bonisari Nyaris Runtuh Diliatin Doang

Miris. Atap ruang kelas di SDN Bonisari yang membahayakan para siswa dibiarkan saja oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Foto/Samsul

INDOPOLITIKA.COM – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan jika kedisiplinan dalam hal kecepatan dan ketepatan layanan serta penggunaan anggaran tersebut sangat penting karena kebutuhan masyarakat setiap harinya terus meningkat.

Lanjut dia, berbagai macam keluhan dan aduan masyarakat juga harus segera direspon cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan kepastian.

“Saya harap hal seperti itu harus kita laksanakan dan harus kita respon secara cepat dan efisien terkait keluhan-keluhan masyarakat. Segera laporkan kepada OPD terkait agar bisa ditindaklanjuti dengan segera, begitu juga dengan aduan-aduan masyarakat yang lain,” jelas Zaki saat memimpin apel di Kantor Kecamatan Cikupa, Senin (8/8/2022) kemarin.

Nyatanya, laporan atap ruang kelas SD Negeri Bonisari di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang setiap harinya menjadi ancaman bagi para siswa yang ingin menimba ilmu tak digubris oleh anak buahnya.

Ruang kelas yang sudah kopong disebagian area atap karena runtuh, menjadi ancaman nyata bagi para siswa. Apalagi, jika angin kencang dan hujan deras melanda.

Minimnya ruang kelas di SDN Bonisari, menjadi penyebab ruang kelas tersebut masih digunakan sampai saat ini untuk kelas 1 dan kelas 3.

Salah satu Guru di SDN Bonisari, Kabupaten Tangerang yakni Gede Julianto mengatakan, jika kondisi atap yang runtuh sudah terjadi sejak Januari 2022 silam. Beruntungnya, peristiwa runtuhnya atap disaat jam pulang sekolah.

“Kejadian atap ruang kelas roboh itu sejak Januari 2022, bersyukur saat kejadian tersebut siswa sudah pulang sekolah, jadi tidak ada korban,” ujar Gede pada Rabu (10/8/2022).

Gede pun, sudah melaporkan kondisi sekolahnya tempat ia mengajar ke Dinas Pendidikan dan juga pihak Kecamatan. Namun, belum ada yang menanggapi laporan tersebut.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kecamatan, ke dinas pendidikan, ke pengawas juga sudah, terus kepada tim Sarpras Kabupaten juga sudah di periksa. Namun sampai saat ini belum juga ada kabar selanjutnya dari yang terkait,” katanya.

Tak ada respon dari dinas terkait, pihak sekolah kembali melaporkan kepada tim Sarpras sekitar bulan Juni 2022 lalu. Lagi dan lagi, jawaban pihak terkait hanya diperintahkan untuk menunggu.

Ruang kelas yang dipakai kelas 1 dan kelas 3 tersebut dalam kondisi membahayakan. Ia berharap, agar dinas terkait bisa cepat bertindak sebelum atap ruang kelas kembali runtuh dan melukai para siswa.

“Kami berharap agar sekolah ini cepat-cepat di perbaiki karena mengingat kondisi membahayakan siswa kami yang sedang belajar. Kami sudah berkordinasi dengan guru kelas untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi untuk mengevakuasi anak-anak,” ungkap Gede.

Sementara, wali murid kelas 1 di SDN Bonisari yakni Sopiyah (30), merasa khawatir kalau saat ini anaknya belajar dalam kondisi ruangan kelas yang atapnya nyaris runtuh dan mengkhawatirkan.

Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena di tempat tinggalnya cuma ada 1 Sekolah Dasar Negeri.

“Saya sebenarnya khawatir anak saya belajar di kelas yang atapnya sudah roboh, tapi mau gimana lagi mau di pindahin juga disini mah cuma ada satu sekolah SD negeri,” kata Sopiyah yang rutin setiap hari menunggu anaknya belajar.

Sopiyah berharap, atap gedung ruangan kelas 1 dan kelas 3 SD Negri Bonisari agar segera di perbaiki, karena semua wali murid saat ini merasa khawatir dengan kondisi atap ruangan kelas yang roboh tetapi masih dipakai untuk proses belajar mengajar.

“Karena belum lama ini juga pas pagi ada atap ruangan kelas yang roboh, beruntung tidak ada anak-anak yang tertimpa, sempat juga kelas tersebut tidak di isi namun sekarang di isi lagi karena memang ruangan kelasnya kurang, tolonglah di perhatikan sekolah SDN Bonisari ini,” tegasnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.