Internasional

KBRI Amman Pulangkan Sarisih yang 14 Tahun Terpisah dari Keluarga

Sarisih (tengah) bersama Dubes Andy (kanan) di Griya Singgah Amman, Yordania. (Foto: KBRI Amman)

Amman: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania, akhirnya berhasil memulangkan Sarisih setelah hampir dua bulan lalu ditemukan Tim Satgas Perlindungan KBRI. 

Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Sarisih telah meninggalkan kampung halamannya sejak 14 tahun lalu. Selama bekerja di Yordania, ia tidak pernah sekalipun pulang ke Tanah Air.

Berawal dari laporan BNP2TKI pada Januari lalu, Tim Satgas berusaha mencari melalui berbagai sumber informasi. Setelah berkoordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat dan Anti Human Trafficking Unit (AHTU), pada awal Juli mulai ada titik terang tentang keberadaan Sarisih. 

Setelah keberadaan rumah majikan diketahui, akhirnya Sarisih berhasil dibawa ke KBRI. Sejak saat itu, Sarisih dapat berkomunikasi secara intensif dengan keluarganya dan dapat aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di penampungan Griya Singgah. Ia juga bersosialisasi dengan baik antar sesama PMI di Griya Singgah.

Dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Sabtu 22 September 2018, hasil investigasi Tim Satgas diperoleh fakta bahwa Sarisih tidak diurus kelengkapan dokumennya. Paspornya kedaluwarsa sejak 2008 dan tidak diperpanjang lagi. 

Melalui proses mediasi yang panjang, akhirnya majikan mau membayar denda izin tinggal selama Sarisih berada di Yordania. Upaya pelunasan gajinya juga diperjuangkan dengan berbagai upaya, dan akhirnya dapat diselesaikan melalui mediasi.

Sejak berada di Griya Singgah, Sarisih dalam kondisi fisik yang sehat. Menjelang kepulangannya ke Tanah Air, Dubes RI untuk Kerajaan Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto menyempatkan diri menemui Sarisih.


Dubes Andy berfoto bersama Sarisih dan kawan-kawan. (Foto: KBRI Amman)

Ia menyampaikan selamat atas rencana kepulangan Sarisih ke Tanah Air untuk dapat berkumpul dengan keluarga, khususnya bertemu anaknya, Ferdina, yang selama ini gigih berupaya mencari keberadaan ibunya.

Dubes Andy berpesan untuk menyampaikan salamnya kepada keluarga, sekaligus mengucapkan permohonan maaf bila selama dalam masa penampungan di Griya Singgah ada kekurangan dalam pelayanan yang diberikan.

Bersamaan dengan selesainya kasus Sarisih, KBRI Amman juga berhasil menyelesaikan enam kasus PMI lainnya. Mereka akan dilakukan pendampingan untuk kepulangan ke Tanah Air.

Masalah utama yang dihadapi para PMI di Yordania pada umumnya terkait gaji yang belum dibayar dan denda izin tinggal yang tidak diurus majikan. Dalam pemulangan ini, telah berhasil dimediasi enam PMI yang sudah tinggal antara 5–10 tahun dan belum pernah pulang.

Dengan pemulangan ini, sejak 2017 telah difasilitasi pemulangan 400 orang PMI bermasalah dari Yordania, dengan besar remitansi sebesar Rp6,4 miliar.

Dalam kesempatan melepas Sarisih dan beberapa temannya, Dubes Andy menegaskan kembali komitmen kehadiran negara dalam pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri sebagai salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

KBRI Amman akan terus memperjuangkan hak-hak dan melindungi sekitar tiga ribuan pekerja migran yang masih berada di Yordania.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close