Pemerintahan

Kebudayaan Lokal untuk Mengikis Radikalisme

JAKARTA- Pertunjukan kesenian teater dengan misi untuk menghidupkan kearifan lokal bisa menjadi salah satu benteng pertahanan dalam menghadapi munculnya fenomena radikalisme dewasa ini. Masyarakat yang berakar dan memegang nilai-nilai budaya lokalnya bisa memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai serangan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko menerima perwakilan kelompok seniman Langit Pitu yang sebelumnya telah menggelar pertunjukan teater bertema kisah Joko Tarub dan 7 bidadari di Kantor Staf Presiden, Rabu, 4 Juli 2018 untuk berdiskusi tentang peran kebudayaan dalam mempersatukan bangsa.

Kastaf sepakat bahwa kekayaan alam dan budaya adalah warisan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Selain itu, pagelaran seni yang bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat melalui pertunjukan kesenian memang diperlukan.

whatsapp-image-2018-07-04-at-12-02-51

“Perlu kolaborasi dengan semua stake holder untuk menggelar suatu pertunjukan karena biaya yang diperlukan biasanya cukup besar, padahal kita tahu bahwa kebudayaan lokal penting untuk dijaga dan terus diwariskan dari generasi ke generasi” ujar Kastaf.

Turut mendampingi Kastaf dalam pertemuan itu Staf khusus Kepala Staf Kepresidenan Eddi Soepadmo dan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho yang menambahkan bahwa peran kebudayaan memang harus didukung oleh berbagai komunitas di luar komunitas seniman-budayawan sendiri.

“Kalau mendapat dukungan luas dari berbagai komunitas maka soal pembiayaanpun bisa lebih melibatkan komunitas pendukung yang ada dan sekaligus dampaknya pun bisa lebih luas dan kuat,” tambah Eddi menutup pembicaraan.

Artikel Terkait

Close
Close