Kecam UU Negara Yahudi, Anggota Parlemen Israel Mundur

  • Whatsapp
Zouheir Bahloul mundur dari Knesset. (Foto: AFP)

Tel Aviv: Seorang anggota parlemen Israel mengundurkan diri sebagai bentuk penentangan terhadap UU Negara Yahudi. UU ini menyatakan Israel sebagai negara untuk masyarakat Yahudi.

Zouheir Bahloul, 67, melabeli parlemen Knesset sebagai institusi "rasis" dan "destruktif" karena telah meloloskan UU tersebut, yang juga menghapus status Bahasa Arab sebagai bahasa nasional Israel.

Muat Lebih

"(UU) menghapus populasi Arab dari jalan menuju kesetaraan di Israel," ujar Bahloul kepada jaringan televisi Reshet, seperti dikutip dari BBC, Minggu 29 Juli 2018.

Setelah diloloskan pada 19 Juli, UU Negara Yahudi memicu kemarahan dari minoritas Arab di Israel.

Baca: Yahudi Disahkan sebagai Entitas Utama di Israel

Sejumlah anggota parlemen Knesset menyobek salinan UU Negara Yahudi dan menyuarakan kecaman mereka kala itu. Karena mengganggu ketertiban, beberapa dari mereka diusir dari ruangan.

"Saya mundur dari Knesset," ungkap Bahloul, anggota parlemen dari partai Serikat Zionis.

"Apakah saya harus diam saja? Apakah saya harus memberikan legitimasi kepada parlemen destruktif, rasis dan ekstremis ini," sambung dia.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji diloloskannya UU Negara Yahudi sebagai "momen penting" dalam sejarah Israel.

"122 tahun usai (pendiri Zionisme modern Theodore Herz) membuat visinya diketahui banyak orang, UU ini menentukan prinsip-prinsip dasar eksistensi kita," sebut PM Netanyahu.

Diberi nama 'The Basic Law: Israel as the Nation State of the Jewish People,' UU ini menegaskan bahwa Israel adalah negara Yahudi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *