INDOPOLITIKAKecamatan Tigaraksa memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penurunan tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan ekstrem, hingga penurunan risiko stunting pada balita.

Hal tersebut disampaikan Camat Tigaraksa Cucu Abdurassyid dalam kegiatan Musrenbang Tahun Anggaran 2027. Dalam paparannya, Cucu menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Kecamatan Tigaraksa mengalami penurunan dari 7,12 persen pada tahun 2021 menjadi 6,42 persen pada tahun 2025.

Selain itu, risiko stunting pada balita juga berhasil ditekan dari 2.151 kasus di tahun 2024 menjadi 1.632 kasus di tahun 2025.

“Ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan di wilayah Tigaraksa, baik pemerintah, masyarakat, maupun unsur terkait lainnya,” ujar Camat Tigaraksa Cucu Abdurassyid, Sabtu (24/1/26).

Tak hanya itu, Kecamatan Tigaraksa juga menorehkan prestasi di bidang keagamaan dengan meraih juara 2 pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang yang diselenggarakan di Kecamatan Pagedangan. Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan masyarakat di bidang keagamaan.

Camat Tigaraksa Cucu Abdurrsyid menjelaskan, Musrenbang Tahun Anggaran 2027 di Kecamatan Tigaraksa mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan.” Menurutnya, tema tersebut sangat selaras dengan potensi wilayah Tigaraksa.

“Tentunya dari tema tersebut Kecamatan Tigaraksa sudah memiliki modal dasar, mulai dari tersedianya lahan tidur, berjalannya BUMDes, serta adanya eduwisata yang dimiliki di Desa Sodong,” ungkap Cucu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam mendukung ketahanan pangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tigaraksa untuk penyediaan lahan seluas 2 hektare di masing-masing desa. Dengan demikian, secara akumulatif terdapat 24 hektare lahan ketahanan pangan yang tersebar di wilayah Kecamatan Tigaraksa.

Dalam Musrenbang tersebut, Kecamatan Tigaraksa juga telah mengakomodir sebanyak 50 usulan skala prioritas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, produktivitas UMKM, serta pemerataan pembangunan. Seluruh usulan tersebut diajukan dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp40 miliar.

“Dari usulan tersebut, beberapa yang kita fokus dan bahas adalah mengenai titik banjir yang harus diselesaikan, peningkatan fungsi embung, serta pemerataan pusat UMKM agar tersebar di seluruh desa dan kelurahan,” tegas Camat Cucu Abdurassyid.

Dengan berbagai capaian dan perencanaan yang telah disusun, Kecamatan Tigaraksa berharap dukungan dari seluruh pihak agar program-program prioritas yang diusulkan dalam Musrenbang 2027 dapat terealisasi secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.(Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com