INDOPOLITIKA.COM – Sudah dikasih hati maunya jantung. Sudah dikasih numpang tinggal malah berbuat tak senonoh. Begitulah Mahfud (49).

Mahfud, kuli bangunan yang mencoba peruntungan hidup di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) harus berurusan dengan polisi karena memperkosa anak temannya yang masih berusia 16 tahun.

Mirisnya, Mahfud melakukan perbuatan tersebut saat diberi tumpangan tinggal di rumah orang tua korban. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Arut Selatan pada Senin (6/11) sekira pukul 14.30 WIB.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, peristiwa bermula saat ibu korban menitipkan korban kepada pelaku yang baru saja balik dari bekerja karena hendak membeli beras.

“Betul (diperkosa), antara tersangka dan bapak korban merupakan teman, tersangka ini ikut bekerja bangunan bersama bapak korban bekerja borongan bangunan serta disuruh tinggal di rumah bapaknya korban,” ujar Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengutip  detikcom, Kamis (16/11/2023).

“Jadi pelaku ini tinggal satu rumah dengan keluarga korban, saat itu pelaku pulang lebih dulu dari bekerja, dan ibu korban hendak membeli beras jadi korban dititipkan ke tersangka,” ujarnya.

Saat ditinggal, korban yang awalnya berada di dalam kamar pun keluar ke ruang tamu karena merasa bosan. Sementara pelaku saat itu sedang duduk di dekat jendela sambil merokok.

“Setelah (merokok) itu pelaku menutup pintu rumah dan langsung mendekati korban,” terangnya.

Pelaku pun tiba-tiba menyuruh korban berbaring di lantai. Korban sendiri saat itu tak menyadari bahwa dirinya akan diperkosa oleh pelaku.

“Korban tidak menyadari bahwa tersangka akan memperkosanya, saat itu korban disuruh berbaring di lantai dengan bagian kaki menghadap ke pintu (depan),” jelasnya.

Pelaku kemudian melancarkan aski bejatnya hingga akhirnya terdengar suara motor ibu korban. Pelaku pun sontak berlari ke kamar mandi sembari membawa celananya.

“Pelaku lari ke kamar mandi, saat pintu dibuka ibu korban terkejut melihat posisi anaknya yang terlentang dengan kaki terbuka menghadap pintu,” ungkapnya.

Korban pun akhirnya menceritakan apa yang dialaminya itu ke ibunya sambil menangis. Karena tak terima pelaku akhirnya dilaporkan ke polisi.

“Tersangka akhirnya dilakukan penangkapan pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WIB di rumah korban,” bebernya.

Dari keterangan pelaku kepada polisi, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban hanya satu kali. Itu karena ia sering menonton film porno.

“Motif tersangka karena serong menonton film porno di ponselnya, dan tersangka ini tidak bersama istrinya. Istrinya di Jawa,” tuturnya.

“Dia ke sini karena menghubungi ayah korban meminta kerjaan karena menganggur di Jawa dan ayah korban menyuruh ke Kalimantan dan disuruh tinggal di rumah bapak korban,” tambahnya.

Atas perbuatannya, Mahfud dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com