Kecolongan, Warga Suku Anak Dalam Terkapar Usai Disuntik Dokter Korsel 14 Kali

  • Whatsapp
Ali, warga SAD yang ikut jadi korban dokter spesialis penyakit dalam asal Korea Selatan. Usai diinjeksi 14 titik, Ali langsung dirawat. (GATRA)

INDOPOLITIKA.COM – Maksud hati berbuat baik, Lima orang asal Korea Selatan memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) wilayah Merangin, Jambi. Tapi, kejadian di lapangan diluar kuasa mereka.

Ali (35), warga SAD yang tinggal di kebun Duren, Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin terpaksa harus dirawat lebih lanjut di DKT Bangko.

BACA JUGA:

Pasalnya, setelah mendapatkan injeksi sebanyak 14 titik oleh salah satu dokter spesialis dari Korea Selatan di bagian punggung tiba-tiba kepala bagian belakangnya sakit dan mengalami sesak napas.

“Awalnya saya merasakan nyeri bagian pinggang. Saat diobati dokter saya diinjeksi sebanyak 14 titik di bagian tulang punggungnya tapi setelah disuntik saya merasakan sakit kepala yang hebat dan sesak napas,” kata Ali, sebagaimana dikutip dari Gatra, Kamis (5/12/2019).

Sementara obat yang diberikan oleh dokter untuk dikonsumsi sudah diminum. Namun tidak juga ada perubahan sehingga Ali dan Jhon, Temenggung SAD kebun duren berusaha mendatangi dokter yang mengobati di Sarolangun. “Tetapi mereka sudah berangkat ke lubuk Linggau,” ujarnya.

Akibat tidak kuat menahan sakit, Ali terkapar tidak berdaya kemudian dijemput menggunakan ambulans Puskesmas Meranti dan dibawa ke DKT Bangko. “Tidak kuat menahan sakit saya di jemput dan dibawa ke DKT Bangko,” ucapnya.

Lebih lanjut, perawat DKT Bangko menjelaskan bahwa pasien mengalami pusing dan sesak napas, Sementara untuk hasil laboratorium masih diperiksa. “Sudah kita tangani dan hasil laboratorium masih diperiksa dulu,” kata Darma.

Menurut Jhoni, Temenggung SAD Kebun Duren menyebutkan bahwa saat ini warganya yang ikut berobat kemarin sudah bertambah menjadi empat orang yang jatuh sakit.

“Ini baru dikabari jika tiga warga saya di dalam sakit. Sementara satu orang dirawat ke DKT Bangko. Saya sudah kasih tahu obatnya jangan diminum lagi,” katanya.

Dinas Kesehatan Merangin mengaku kecolongan dengan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Kebun Duren, Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Rabu (4/12/2019).

“Kita merasa kecolongan dengan pengobatan gratis yang dilakukan lima orang dokter dari Korsel. Apalagi mereka tidak ada izin dari kami,” kata Kadinkes Merangin, Abdaie, Kamis (5/12/2019).

Dan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk memantau perkembangan kesehatan para warga Suku Anak Dalam (SAD) yang sudah berobat dengan dokter asal Korsel.

“Tim akan segera kita turunkan untuk memantau di kebun duren sebab saat melakukan pengobatan tidak didampingi tim medis kita,” ujarnya.

Sementara contoh obat yang diberikan untuk warga SAD sudah didapat dan akan dikirim ke BPOM Jambi.

“Jenis obat sudah kita dapatkan ada tiga jenis obat. Akan segera kita kirimkan ke BPOM Jambi untuk mengetahui kandungan zat dalam obat yang diberikan untuk warga SAD,” ucapnya.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *