Kejadian Lagi, 25 Orang Ditemukan dalam Kontainer Berpendingin Tujuan Inggris

  • Whatsapp
Kapal feri tujuan Felixstowe, Inggris, itu harus berputar balik ke Pelabuhan Vlaardingen dekat Rotterdam. (foto: BBC)

INDOPOLITIKA.COM – Polisi Belanda menemukan 25 imigran dalam kontainer berpendingin di sebuah kapal feri yang sedang berlayar dari Belanda menuju Inggris, Selasa, (19/11/2019).

Sesaat setelah ditemukan, Kapal kargo tujuan Felixstowe itu berbalik arah ke pelabuhan Vlaardingen dekat Rotterdam. Setibanya di pelabuhan. Para imigran tersebut langsung mendapat perawatan medis, dan dua di antaranya dibawa ke rumah sakit atas dugaan hipotermia.

Muat Lebih

Kejadian ini terjadi satu bulan usai 39 warga Vietnam ditemukan tewas dalam sebuah truk pendingin di Inggris. Tragedi tersebut kembali memperlihatkan bahaya besar yang mengancam imigran gelap tujuan Eropa.

“Sejumlah orang ditemukan di dalam kontainer pendingin. Kapal itu sudah bertolak pulang ke pelabuhan,” tulis Badan Urusan Darurat Rotterdam di Twitter, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Kami menerima pesan dari kapal tersebut yang mengatakan tidak ada korban meninggal. Dua imigran dibawa ke rumah sakit, dan 23 lainnya dipindahkan ke kantor polisi usai pemeriksaan medis,” sambungnya.

Supir truk tersebut telah ditahan dan diinterogasi atas dugaan keterlibatan penyelundupan manusia, kata polisi kepada stasiun televisi Belanda, NOS.

Lebih lanjut, polisi mengatakan awak kapal menemukan 25 orang itu dan memberitahu aparat setelah mendengar “suara-suara dari dalam kontainer berpendingin”.

Upaya pencarian pada kapal feri yang melibatkan anjing pelacak kemudian dilakukan.

Hingga saat ini otoritas Belanda belum mengumumkan kewarganegaraan 25 imigran tersebut.

“Semakin banyak orang yang mencoba menyeberangi Terusan (Inggris). Mereka tidak takut akan mengalami nasib serupa seperti para imigran Vietnam,” kata Wali Kota Vlaardingen, Annemiek Jetten, merujuk pada tragedi di Essex, Inggris.

“Saya rasa banyak orang putus asa yang terus mencoba (mencapai Eropa), meski peristiwa tragis belum lama ini terjadi di Inggris,” lanjut dia kepada radio NOS.

Ia menduga banyak orang mencoba mencapai Inggris sebelum aturan keimigrasiannya menjadi lebih ketat setelah Brexit terjadi tahun depan. [rif]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *