Kejagung Bisa Panggil Kembali Walikota Manado Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Banjir

  • Whatsapp
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Hari Setiyono

INDOPOLITIKA.COM – Kejagung membuka peluang untuk memanggil kembali Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut terkait dugaan korupsi dana bantuan korban bencana banjir tahun 2014. Sebelumnya, Vicky pernah diperiksa sebagai saksi pada Selasa (2/10/2018).

Ihwal kasus itu, Kejagung telah menahan empat tersangka pada Senin (6/1/2020). Keempat tersangka tersebut yakni, FDS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan NJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pemkot Manado dan dua dari swasta yaitu YSR dan AYH.

Berita Lainnya

“Iya lah (dipanggil) kalau itu strategi penyidikan (dimintai keterangan),” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2020).

Untuk diketahui, kasus dana hibah banjir kota Manado tahun 2014 yang disidik Kejagung berkaitan dengan banjir yang melanda Kota Manado tahun 2014 silam. Ketika itu Pemkot Manado mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 200 miliar.

JAM Pidsus Kejagung Adi Toegarisman mengatakan, dana bantuan tersebut kemudian masuk dalam anggaran Pemkot Manado tahun 2015 yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman yang rusak.

Dijelaskan Adi, bahwa dari dana hibah banjir sebesar Rp 200 miliar ada Rp14 miliar untuk dana pendampingan konsultan manajemen untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pemukiman.

Dalam kontrak dengan pihak manajemen konsultan, terdapat sekitar 2.000 rumah yang direhabilitasi dan direkonstruksi. Namun realisasinya hanya 1.000 rumah yang diperbaiki.

“Jadi ada yang fiktif sehingga kerugian negaranya Rp 6 miliar. Bukan jumlahnya tapi dalam rangka untuk bantuan bencana banjir itu yang diselewengkan,” kata Adi. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *