Kejagung Masih Kaji Upaya Hukum Untuk Kembalikan Kerugian Jemaah First Travel

  • Whatsapp
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri

INDOPOLITIKA.COM- Kejaksaan Agung akan mengkaji putusan Mahkamah Agung (MA) ihwal aset sitaan barang bukti dalam kasus penipuan pada jemaah PT First Travel diserahkan kepada negara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri mengatakan pihaknya sedang mencari opsi hukum lainnya agar aset PT First Travel bisa dikembalikan pada jemaah yang sudah dirugikan.

Muat Lebih

“Melakukan kajian untuk mencari opsi apa yang tepat dalam rangka untuk mengembalikan aset PT First Travel ini kembali ke nasabah (jemaah),” kata Mukri di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Perihal eksekusi barang untuk dilelang, Mukri mengatakan, hal itu belum dilakukan. Kejaksaan masih mengkaji sebelum melakukan upaya-upaya hukum lain.

“Dari Kejari Depok sudah diminta oleh pimpinan untuk tidak melaksanakan eksekusi dulu atau dilelang,” Imbuh Mukri.

Seperti diketahui, lewat vonis MA Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018, aset First Travel diputus dirampas untuk negara. Total barang sitaan kasus First Travel sebanyak 820 item, di mana 529 diantaranya merupakan aset bernilai ekonomis.

Dari 529 item barang sitaan yang bernilai ekonomis itu antara lain uang senilai Rp 1,537 miliar, baju dan gaun sebanyak 774 lembar, enam unit mobil, tiga unit rumah tinggal, satu unit apartemen, satu kantor milik First Travel dan benda berharga koleksi bos First Travel seperti kaca mata, perhiasan, ikat pinggang, dan sebagainya.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *