Kejaksaan Agung Matangkan Mekanisme Lelang Untuk Jabatan Kajati dan Kajari

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Rencana program lelang jabatan untuk posisi Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di lingkungan Kejagung RI dibenarkan oleh Kepala pusat penerangan hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Mukri.

Mukri mengatakan program tersebut sejatinya masih dalam penggodokan. “Masih dalam perumusan, rencananya seperti itu, tapi ini berlaku open leading-nya bukan untuk orang luar, untuk internal,” kata Mukri saat dikonfirmasi, kemarin.

Berita Lainnya

Kini, Jaksa Pembinaan tengah mengkaji untuk menentukan ukuran jaksa yang dapat mengikuti lelang dan mekanisme pelelangan. Mukri menjelaskan, sistem lelang jabatan tidak berlaku di seluruh Kejati dan Kejari.

Namun, hanya berlaku di Kejati dan Kejari yang telah memiliki status tipe A. “Posisinya untuk Kejati tipe A saja, yaitu ada tujuh, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Palembang, Sumsel, Sumut, dan Sulsel,” ujar Mukri.

Diakui Mukri, program lelang jabatan ini adalah yang terbaru sepanjang sejarah berdirinya Kejaksaan Agung. “Ini merupakan program baru sepanjang sejarah berdirinya Kejaksaan Agung,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja teknis Kejagung yang digelar pada 2-6 Desember 2019, Jaksa Agung ST Burhanuddin memutuskan jabatan Kajati dan Kajari akan dilelang. Kajati DKI Jakarta pun menjadi posisi yang pertama melakukan hal itu. Burhanuddin menyebut pada 16 Desember 2019 ini pelelangan akan segera dilakukan.

Burhanuddin mengatakan, posisi Kajati dan Kajari dapat dimiliki oleh siapa saja yang memiliki latar belakang jaksa, walaupun tidak bertempat di wilayah kerja Kejagung.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *