Kejaksaan Tahan Tersangka Korupsi Pembangunan Pasar Tangerang, Begini Modusnya

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Eruch Folanda

INDOPOLITIKA.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menahan empat tersangka korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang.

Proyek tersebut diselenggarakan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kota Tangerang tahun anggaran 2017 sebesar Rp5 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Erich Folanda mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejari Kota Tangerang dan didukung oleh alat bukti yang kuat maka menetapkan sekaligus melakukan penahanan empat orang tersangka.

Para tersangka itu masing-masing berinisial OSS, selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau setara Kabid pada Diaperindag Kota Tangerang, AR selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara dan DI selaku Penerima Kuasa Dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara.

“Masing-masing berinisial OSS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau setara Kepala Bidang pada Dinas Perindag Kota Tangerang, AR selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI selaku Penerima Kuasa dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara,” terang Erich, Selasa (10/5/2022).

Dia menegaskan, keempat orang tersangka itu ditetapkan dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tim Kejari Kota Tangerang. Penyidik telah memegang alat bukti yang kuat terkait kasus ini.

“Kita sudah tetapkan tersangka dan melakukan langsung penahanan terhadap empat orang tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print 01/N.6.11/FB.1/11 tahun 2021 kemudian Juncto Nomor Print 01.A/M.6.11/FB.1/12 tahun 2021, kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Nomor Print 01.E/M.6.11/FB.1/04 tahun 2021 tanggal 13 April 2022 bahwa tim penyidik Kejari Kota Tangerang dengan didukung BB (Barang Bukti, Red) yang kuat dan cukup dua alat bukti yang cukup,” ujarnya.

Ke-empatnya, sambung Erich, kemudian digelandang masuk dalam mobil guna dilakukan penahanan pada Rutan Kelas IB Pandeglang selama 20 hari kedepan.

“Alasan penahanan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yaitu alasan subjektif sesuai dengan Pasal 21 ayat 1 KUHP, yaitu dengan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak barang bukti atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” ucapnya.

“Kemudian, alasan kedua, alasan objektif sesuai dengan Pasal 21 ayat 4 huruf A KUHP,” tambah Erich.

Erich menguraikan, modus operandinya bahwa pada tahun anggaran 2017 Disperindag Kota Tangerang menganggarkan pembangunan pasar lingkungan kecamatan yang berlokasi di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. Pembangunan tersebut menggunakan dari APBD Kota Tangerang dengan pagu anggaran senilai Rp 5.063.579.000.

“Bersama-sama dengan tim ahli bangunan dari Universitas Muhamadiyah Tangerang, ditemukan bahwa secara kuantitas bangunan tersebut tidak sesuai spesifikasi dan didapati banyak item yang tidak terpasang sesuai kontrak. Sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp640.673.987,” terangnya.

Untuk masing-masing tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. [rif]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *