Kejaksaan Tangkap DPO Pembobol Dana Pensiun Pertamina Senilai Rp1,4 Triliun

  • Whatsapp
Tim Tabur Kejaksaan Agung menangkap seorang DPO (Jaket Krem), pembobol dana pensiun pertamina.

INDOPOLITIKA.COM – Lama menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan akhirnya berhasil menangkap terpidana kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

“Tim Tangkap Buronan pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI dibantu oleh intelijen Kejati DKI Jakarta dan Intelijen Kejari Jakarta Pusat, telah mengamankan seseorang yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat, ” ungkap Kasie Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Ashari Syam pada wartawan di Kejati DKI Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Berita Lainnya

Dijelaskannya, DPO terpidana kasus Korupsi diamankan di kawasan Kemang Jakarta Selatan. “Terpidana diamankan tanpa perlawanan (kooperatif) di Jalan Kemang 1D No. 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 02 Maret 2021, pukul 21.30 WIB,” tambahnya.

Menurut Ashari, buronan daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat ini, terlibat pembobolan dana pensiun pertamina senilai Rp1.4 triliun.

“Terpidana merupakan Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas (eks. PT. Millenial Danatama Sekuritas), yang terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pembobolan dana pensiun (Dapen) PT. Pertamina yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp1.4 Triliun,” ucapnya.

Setelah ditangkap, DPO tersebit akan dieksekusi ke LP Pondok Bambu. Lebih lanjut, Sesuai Petikan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tanggal 9 September 2020, yang bersangkutan telah dijatuhi pidana penjara 5 tahun.

“Terpidana secara sah dan meyakinkan dinyatakan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP., sehingga ia dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun, dan pidana denda sebesar Rp200 juta. Apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan. Selain pidana pokok, Terpidana juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp777.331.421 (tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta tiga ratus tiga puluh satu ribu empat ratus dua puluh satu rupiah),” pungkasnya.

Identitas DPO yang ditangkap itu yakni:

Nama : Bety

Tempat Lahir : Sigli

Umur/Tanggal Lahir : 43 Tahun/25 Agustus 1977

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas

Tempat Tinggal : Jalan Florence I Nomor 56 RT 011 RT 007 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara

Kewarganegaraan : Indonesia. [ind]

Sumber: RRI.CO.ID

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *