INDOPOLITIKA.COM – Terombang-ambing selama sebulan di laut dalam kondisi lemah dan kelaparab, sedikitnya 58 pengungsi Rohingya diselamatkan nelayan Aceh.

Para pengungsi yang terdampar di pantai Indrapatra Ladong, Aceh itu semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan kisaran umur antara 20-40 tahun. Mereka terdampar di pantai tersebut sekitar pukul 00.30 wib dinihari.

Saat ini juga, 58 pengungsi yang terdampar itu sedang dilakukan pendataan. Penduduk desa yang melihat laki-laki dari kelompok etnis yang sebagian besar Muslim di atas perahu kayu reyot membantu mereka mendarat dan kemudian melaporkan kedatangan mereka ke pihak berwenang.

“Mereka terlihat sangat lemah karena kelaparan dan dehidrasi. Beberapa dari mereka sakit setelah perjalanan panjang dan berat di laut,” kata kepala polisi setempat Rolly Yuiza Away.

Away mengatakan, bahwa para pengungsi tersebut menerima makanan dan air dari penduduk desa dan lainnya sambil menunggu instruksi lebih lanjut dari imigrasi dan pejabat lokal di Aceh.

“Setidaknya tiga pria dilarikan ke klinik kesehatan untuk perawatan medis, dan yang lainnya juga menerima berbagai perawatan medis, kata Away.

Away mengatakan belum jelas dari mana kelompok itu melakukan perjalanan atau apakah mereka bagian dari kelompok 190 pengungsi Rohingya yang terapung-apung di Laut Andaman.

Tetapi salah satu pria Abdul Manan yang berbicara sedikit bahasa Melayu mengatakan mereka telah berada di laut selama lebih dari sebulan dan bertujuan untuk mendarat di Malaysia untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan bekerja di sana.

Dia juga mengatakan, bahwa tujuan mereka ke negeri Jiran Malaysia untuk mencari suaka.

Namun, kapal yang ditumpangi mengalami kerusakan dan dinihari tadi mereka terdampar di garis pantai tersebut.

“Tujuannya Malaysia, kami terdampar malam tadi. Kami sudah satu bulan di laut,” kata Abdul. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com