Kembalikan Dana Reses Rp 752 Juta, PSI Kembali Dicap Cari Sensasi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Manuver fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengembalikan sisa dana reses ke APBD mendapat reaksi fraksi-fraksi yang ada di Kebon Sirih.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani tak mempermasalah langkah Fraksi PSI yang tidak memakai seluruh dana reses dan memilih mengembalikan sisanya ke APBD.

Baca juga:

“Saya melihatnya wajar saja. Namanya anak muda, semangat dan punya idealisme. Tapi poinnya adalah mengembalikan uang reses itu bukan berarti lebih baik,” kata Zita saat dihubungi, Rabu (25/12/2019).

Politisi PAN ini menambahkan, yang baik justru ketika uang reses tersebut digunakan semaksimalnya untuk menyerap aspirasi rakyat. Ia kemudian membandingkan penggunaan dana reses yang juga diterima Fraksi PAN. 

“Kami lebih fokus optimalkan dana yang kami dapatkan untuk para konstituen. Kalau bisa, PAN itu memberikan manfaat sebesar-besarnya,” jelas Zita. 

Zita menegaskan, bukan berarti dengan mengoptimalkan pemanfaatan uang reses merupakan sesuatu yang buruk. Di Fraksi PAN, lanjutnya, bahkan ada yang resesnya melebihi target. 

“Ada yang sampai 20 titik bahkan sampai 5.000 orang. Alhamdulilah reses itu sangat dinanti-nanti konstituen kami,” tutupnya. 

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif juga angkat bicara. Ia menilai, langkah Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta untuk mengembalikan sebagaian dana reses ke APBD merupakan cara mencari sensasi yang kurang tepat.

“Yang legal-legal dipakelah,” ujar Syarif. 

Saat ditanyakan apakah yang dilakukan PSI ini, bisa dikategorikan sebagai sensasi, Syarif punya pandangannya sendiri.

“(Sensasi) Bisa iya, bisa tidak. Kalau cari sensasi seperti ini ya kurang tepat lah. Kan nggak terkait dengan kebutuhan masyarakat,” terang Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta ini. 

“Setiap partai punya hak buat membentuk citra. Kalau ada yang bilang PSI sedang lakukan pencitraan saat ini, saya rasa betul,” pungkasnya. 

Fraksi PSI sebelumnya mengaku mendapat fasilitas dana reses sebesar Rp 2,44 miliar. Dari dana tersebut, mereka hanya menggunakan anggaran sebesar Rp 1,68 miliar, sedang sisa Rp 752 juta dikembalikan ke APBD.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *