INDOPOLITIKA – Asa Arsenal meraih tiga poin penuh saat bertandang ke kandang Sunderland pada lanjutan pekan ke-11 Liga Premier Sabtu (8/11/2025), hilang sekejap mata.

Tuan rumah Sunderland mampu memaksakan hasil imbang 2-2 berkat gol B. Brobbey pada menit 90+4′.

Sebelumnya Arsenal mampu unggul terlebih dahulu berkat gol D. Ballard menit 36′ dan B. Saka menit 54′. Namun Sunderland mampu menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2 berkat gol L. Trossard 74′.

Kemenangan Arsenal yang sudah didepan mata buyar seketika. Pada menit 90+4′, B. Brobbey menciptakan gol penyeimbang 2-2.

Dengan hasil ini, Arsenal memang masih belum tergoyahkan di puncak klasemen sementara. Pasukan Mikel Arteta mengumpulkan 26 poin dari 11 laga, unggul 6 poin dari Chelsea di peringkat kedua.

Jalannya Pertandingan

Untuk pertama kalinya musim ini, Arsenal kebobolan dua gol dalam satu pertandingan. Gol Daniel Ballard mengakhiri delapan pertandingan tanpa kebobolan Mikel Arteta, sementara gol Brian Brobbey mengakhiri 10 kemenangan beruntun mereka di semua kompetisi.

The Gunners masih unggul 7 poin atas Man City, tetapi tim Pep Guardiola bisa memperkecil ketertinggalan tersebut setelah pertandingan mereka melawan Liverpool malam ini.

Arsenal tampil tanpa beberapa pemain penyerang di Stadium of Light, termasuk Martin Odegaard, Kai Havertz, Noni Madueke, Viktor Gyokeres, dan Gabriel Martinelli.

Gabriel Jesus baru-baru ini kembali berlatih setelah cedera panjang, tetapi belum fit. Tak lama setelah pertandingan dimulai, pemain depan mereka, Mikel Merino, dijatuhkan oleh sikutan Ballard saat berduel di kotak penalti.

Sunderland memasuki pertandingan dengan semangat tinggi, setelah mencatatkan awal musim terbaik bagi tim yang baru promosi sejak Hull City pada 2008–09.

Pengalaman dan kepemimpinan mantan pemain Arsenal, Granit Xhaka, membantu tim tuan rumah beradaptasi dengan cepat di Liga Primer, dan menempati peringkat keempat sebelum putaran ini.

Kedua tim memiliki peluang di babak pertama, sebelum pertandingan terhenti cukup lama akibat tabrakan antara Enzo Le Fee dan Jurrien Timber – yang terakhir harus bermain dengan perban di kepala.

Rasa sakit yang lebih parah datang tak lama kemudian bagi Arsenal. Sunderland mendapatkan tendangan bebas ke kotak penalti. Ballard menggunakan kekuatannya untuk menahan Declan Rice dan kemudian melepaskan tembakan yang melewati David Raya.

Itu adalah gol pertama Arsenal sejak perjalanan mereka ke Timur Laut pada akhir September, ketika mereka menunjukkan kehebatan mereka dengan kemenangan 2-1 atas Newcastle di menit-menit akhir.

Tim tamu membutuhkan momen brilian untuk mengulangi hasil tersebut. Momen itu terjadi di menit ke-54, ketika Rice mencuri bola dari Le Fee, memicu kombinasi apik antara Eberechi Eze dan Merino, sebelum Bukayo Saka melepaskan tembakan ke sudut dekat gawang yang tak mampu dihalau kiper Robin Roefs.

Arsenal terus menekan untuk mencetak gol kedua, sementara Le Bris memasukkan Brobbey, Chemsdine Talbi, dan Simon Adingra untuk memperkuat lini serangnya.

Tak lama kemudian, momen gemilang lainnya muncul. Leandro Trossard melakukan tipuan di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang bersarang di sudut atas gawang Sunderland.

Arsenal menunjukkan keberanian sebagai penantang gelar saat mereka unggul terlebih dahulu di babak kedua, tetapi pada akhirnya, pertahanan mereka yang terlalu dalam di menit-menit akhir membuat mereka harus membayar mahal lawan yang oportunis.

Setelah beberapa kali mencoba, kiper David Raya tak mampu menghentikan tendangan hook keras pemain pengganti Brobbey. Seluruh Stadion Cahaya bergemuruh, sementara bek Gabriel Magalhaes berdebat dengan wasit, namun sia-sia.

Ia mengira Brobbey melakukan tendangan tinggi, tetapi tayangan ulang gerak lambat menunjukkan gol tersebut sah.

Kapten Ballard dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, mencetak gol indah, memberi assist untuk gol lainnya, dan memblok tembakan yang tampaknya pasti di detik-detik terakhir.

Mantan pemain Arsenal itu datang tepat pada menit ketujuh injury time untuk mencegah Mikel Merino mencetak gol dari peluang emas dalam situasi yang kacau di kotak penalti.

Hasil imbang 2-2 membawa Sunderland ke posisi tiga besar, memiliki poin yang sama dengan Man City dan unggul satu poin dari Tottenham, Liverpool, dan Man Utd. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com