Kemenkeu: Kenaikan Iuran BPJS Sesuai Kemampuan Masyarakat

  • Whatsapp
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo

INDOPOLITIKA – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian sebelum membuat rancangan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai dua kali lipat telah dipertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membayar.

“Rencana kenaikan biaya BPJS Kesehatan telah memperkirakan kemampuan masyarakat untuk membayar iuran. Usulan kenaikan tersebut, juga telah ditentukan berdasarkan riset dan kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Baca Juga:

Selain itu ia juga mengatakan kenaikan iuran juga akan diiringi dengan peningkatan kualitas dan perbaikan layanan fasilitas kesehatan. “Dengan kenaikan iuran ini, harapannya BPJS Kesehatan tak lagi menghadapi masalah cashflow. Sehingga fasilitas kesehatan dapat meningkatkan layanan dengan baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dalam rapat gabungan Komisi IX dan XI Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks Parlemen. Alasannya, jika iuran tidak dinaikkan, defisit BPJS Kesehatan berpotensi membengkak dari perkiraan awal Rp 28,35 triliun menjadi Rp 32,84 triliun tahun ini.

Kementerian Keuangan mengusulkan iuran peserta mandiri kelas satu BPJS Kesehatan naik dua kali lipat dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu. Sedangkan peserta mandiri kelas II naik menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu. Adapun untuk kelas III naik menjadi Rp 42 ribu dari sebelumnya Rp 23 ribu.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *