Kemenkeu Salurkan Anggaran Belasan Triliun Rupiah untuk Program Padat Karya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dalam rangka memulihkan ekonomi nasional, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18,55 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan di 4 Kementerian/Lembaga (K/L).

Keempat K/L yang mendapat alokasi anggaran untuk program padat karya tunai ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Pertanian (Kementan).

Bacaan Lainnya

“Realisasi per tanggal 10 Juni 2020, Pemerintah telah mencairkan dana untuk belanja program padat karya tunai sebesar Rp3.86 triliun,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto, Minggu (14/6/2020).

Dirinya juga menjelaskan secara keempat K/L yang mendapatkan alokasi anggaran untuk program padat karya tunai ini.

“Keempatnya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Pertanian (Kementan),” jelasnya.

Secara rinci, anggaran dana program padat karya tunai untuk sektor pertanian telah terealisasi sebesar Rp465.28 miliar dari alokasi awal sebesar Rp1.25 triliun.

Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan berupa pengelolaan air irigasi pertanian, optimasi lahan dan konservasi, padat karya pilot percontohan, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), Sekolah Lapang Petani, serta perlindungan tanaman pangan.

Selanjutnya anggaran dana program padat karya tunai untuk sektor perhubungan telah terealisasi sebesar Rp2.53 triliun dari alokasi awal sebesar Rp6.08 triliun.

Sementara itu, anggaran ini digunakan untuk berbagai kegiatan yang bersifat pekerjaan konstruksi dan diserahkan kepada kontraktor agar dilakukan secara padat karya.

Sedangkan untuk realisasi anggaran dana program padat karya tunai untuk sektor Kelautan dan Perikanan adalah senilai Rp0.52 miliar, dari alokasi awal sebesar Rp15.73 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan berupa pengelolaan irigasi tambak atau kolam, penanaman mangrove, mina padi, dan integrasi lahan penggaraman.

Pemerintah sebelumnya juga telah menyalurkan anggaran dana program padat karya tunai untuk sektor PUPR senilai Rp865.69 miliar, dari alokasi awal senilai Rp11.21 triliun yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang berbasis peran serta masyarakat.

Misalnya seperti operasi dan pemeliharaan irigasi, pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, pamsimas atau SPAM perdesaan padat karya, sanimas atau sanitasi perdesaan padat karya, tempat pengolahan sampah (TPS) reduce reuse recycle.

Selanjutnya pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah, kota tanpa kumuh, serta peningkatan kualitas dan pembangunan baru rumah swadaya.

Program padat karya ini diadakan oleh Pemerintah untuk memberikan penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan, akibat adanya Kebijakan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah wabah pandemi Coronavirus (Covid-19).

Program ini juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di pedesaan dengan prioritas utama dari program padat karya ini sebenarnya hanya diberikan kepada keluarga miskin. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *