Kemenlu Enggan Buka Nama Negara Pengirim Sampah Beracun Ke Indonesia

  • Whatsapp
Kiriman Sampah Beracun dari Beberapa Negara

INDOPOLITIKA.COM- Kementerian Luar Negeri menolak membuka nama-nama negara pengirim limbah beracun dan berbahaya (B3). Pelaksana Tugas (Plt) juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah  mengatakan pihaknya punya alasan kuat kenapa nama-nama pengirim limbah itu tidak dibuka ke publik

 “Negara yang (dipanggil) yang memang sudah ada di media ya, negara yang listnya ada di Kemendag dan KLHK, saya tidak mau sebutkan satu persatu karena embarassing ya,” Faizasyah saat press briefing mingguan di Ruang Palapa, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Baca Juga:

Faizasyah mengaku sudah memberikan peringatan dan meminta negara masing- masing untuk bertanggung jawab dan kata dia, permintaan tersebut mendapat sambutan baik dari negara yang mengirim kontainer limbah dengan melakukan proses pengembalian kontainer ke negara asalnya.

 “Bu menteri telah menindaklanjuti instruksi Presiden agar kita memanggil dubes negara yang merupakan negara asal dimana kontainer datang itu untuk bertanggung jawab atas kontainer tersebut yang masuk ke Indonesia dan sudah ada follow upnya, sudah ada proses pengembalian dari kontainer yang terbukti manifes impornya ke Indonesia,” tutur Faizasyah.

Diketahui, Bea dan Cukai telah menindak kurang lebih 2.041 kontainer sampah tak layak pakai di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang. Kontainer tersebut diketahui berisi sampah limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Sampah diimpor dari berbagai perusahaan dari berbagai negara seperti, Australia, Belgia, Prancis, Jerman, Yunani, Belanda, Slovenia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Hong Kong, dan Inggris.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *