Internasional

Kemenlu: Indonesia Terima Bantuan Internasional untuk Gempa Sulteng

Wilayah di Palu yang hancur akibat dihantam tsunami usai gempa 7,4 SR melanda pada Jumat 28 September 2018. (Foto: AFP).

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi terima bantuan internasional untuk penanggulangan gempa di Sulawesi Tengah. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir menuturkan sudah dibentuk tim nasional di bawah pimpinan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.
 
"Tim nasional telah membentuk satgas untuk memimpin semua proses bantuan search and rescue maupun bantuan lainnya, termasuk dari internasional," tutur Arrmanatha di Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.
 
Baca juga: Korban Jiwa Bertambah Menjadi 844 Orang.
 
Menurut Arrmanatha, bantuan tidak semuanya diterima. Pasalnya harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
 
"Bantuan tidak akan semuanya diterima. Karena tergantung dengan kondisi di lapangan, apa yang dibutuhkan di lapangan," ucapnya.
 
Arrmanatha menuturkan sejak hari pertama gempa, penawaran bantuan telah disampaikan beberapa negara sahabat. Mereka, ucapnya, menyampaikan kesiapan memberi bantuan, baik dalam kerangka pencarian dan penyelamatan, rehabilitasi, maupun mengatasi kekurangan yang ada.
 
"Beberapa negara yang menawarkan bantuan, dari kawasan Amerika dan Eropa ada AS, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Uni Eropa. Sedangkan dari kawasan Asia dan Pasifik, diantaranya adalah Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Selandia Baru, Jepang, Thailand, India dan Tiongkok," tukasnya.
 
Menurut dia, jumlah tersebut dapat berkembang.
 
Baca juga: Pemerintah Jangan Malu Terima Bantuan Asing.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kewenangan kepada institusi terkait untuk menerima bantuan tanggap bencana dari komunitas internasional.
 
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong melalui media sosial Twitter yang dimilikinya @tomlembong.
 
Thomas Lembong pun mengonfirmasi pernyataan dalam akun media sosialnya jika Indonesia membuka bantuan dari negara-negara lain.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close