Kemenperin Terus Optimalkan Potensi Industri Kosmetik Indonesia

  • Whatsapp
Gelaran Cosmetik Day

INDOPOLITIKA.COM – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar berdaya saing global. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari fesyen muslim, industry kosmetik sangat penting.

Mengingat pada tahun depan Direktorat Jenderal Industri  Kecil, Menengah dan Aneka mencanangkan target Indonesia menjadi Pusat Industri Fesyen Muslim di dunia.

Muat Lebih

“Industri kosmetik merupakan salah satu focus pembinaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka.” Kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian, E.Ratna Utarianingrum di acara Cosmetic Day di fX Sudirman, Jakarta, Kamis, (14/11/2019).

Demi mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia. Kemenperin berupaya melalui berbagai program untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim, antara lain program Modest Fashion Project (MOFP) yang telah digelar sejak tahun 2018. Salah satu rangkaian dari program ini adalah Kegiatan Cosmetic Day yang terdiri dari Talkshow dan Beauty Workshop.

Kegiatan Cosmetic Day ini bertujuan untuk mempromosikan industri kosmetik dalam negeri, khususnya skala kecil dan menengah. “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Modest of Fashion Project (MOFP) yang dilaksanakan sejak dibuka oleh Dirjen IKMA Ibu Gati Wibawaningsih, pada 12 November sampai dengan 16 November 2019. MOFP merupakan kegiatan pengembangan fesyen muslim Indonesia untuk mendukung Indonesia menjadi pusat fesyen muslim Indonesia.”jelasRatna.

Lebih lanjut, Ratna menjelaskan, Indonesia memiliki potensi industry kosmetik cukup besar mengingat ketersediaan sumber daya alam yang kaya akan tanaman herbal yang secara turun temurun sudah banyak digunakan untuk kesehatan dan produk kosmetik.

“Hal tersebut merupakan suatu kekuatan yang harus dioptimalkan agar produk kosmetik dalam negeri dapat mendominasi pasar dalam negeri,” ujarnya

Ratna berharap,  kegiatan cosmetic day ini bias dilaksanakan secara rutin setiap tahun, tentunya dengan kolaborasi dengan semua stake holder, sehingga bias menjadi semakin bermanfaat bagi pengembangan industry kosmetik lokal yang berdayasaing di pasar domestic maupun ekspor .

Kemenprin mencatat,  tahun 2017 nilai ekspor industry kosmetik tumbuh sebesar 29,8 persen dimana pada tahun 2017 nilai ekspor produk kosmetik mencapai US$ 521,751,617 dan pada tahun 2018 mencapai sebesar US$ 677,465,168.

Di samping itu, industry kosmetik di dalam negeri bertambah sebanyak 153 perusahaan pada tahun 2017, sehingga total saat ini mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industry kosmetik nasional merupakan sector industry kecil dan menengah (IKM) dan sisanya industry skala besar. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung serta 600 ribu tenaga kerja tak langsung.

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yaitu mencapai 222 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlahnya mencapai 238 juta jiwa.

Hal ini tentunya akan meningkatkan permintaan produk fesyen muslim nasional. Peluang pasar produk fesyen muslim juga terus mengalami peningkatan. Sebagai pendukung industry fesyen muslim,  hal ini akan berdampak positif terhadap industry kosmetik

The State of Global Islamic Economic Report menyatakan bahwa konsumsi fesyen muslim dunia mencapai 270 miliar dolar AS dan pada tahun 2022 diproyeksikan konsumsi fesyen muslim akan meningkat menjadi 373 miliar dolar AS.

Sementara untuk pasar domestik, konsumsi produk fesyen muslim mecapai 20 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2 persen. Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen dalam negeri.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *