Kemensos Siapkan Dana Stimulan Bagi Korban Kerusuhan Papua

  • Whatsapp
Kerusuhan di Papua

INDOPOLITIKA – Kementerian Sosial (Kemensos)  RI menyiapkan dana stimulan bagi para korban terdampak konflik di Papua yang sedikitnya membutuhkan anggaran hingga Rp1 miliar pada tahap pertama.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos  Harry Hikmat. Dia mengatakan, dana stimulan itu diberikan bagi masyarakat yang hilang tempat tinggal dan sumber mata pencahariannya.

Baca Juga:

“Ada kelompok masyarakat yang menjadi korban kehilangan tempat tinggal atau sumber mata pencariannya dirusak inilah yang diberikan dana stimulan,” kata Harry Hikmat, Rabu malam (5/9).

Kemensos RI mencatat untuk tahap awal ini setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp1 miliar, khusus penanganan modal usaha kepada korban di Papua.

“Catatan kami ada 224 di Jayapura pedagang yang usahanya dirusak atau dihancurkan, kemudian 31 di Sorong, dan  165 di Manokwari  dan di titik lain sedang diidentifikasi,” kata Harry.

Pada prinsipnya dana stimulan tersebut ditujukan agar usaha atau sumber mata pencarian para korban dengan modal menengah ke bawah bisa tumbuh kembali setelah dibantu. “Setiap pelaku usaha akan diberikan dana stimulan oleh pemerintah sebesar Rp5 juta, “ ujarnya.

 

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan untuk ahli waris korban jiwa masing-masing sebesar Rp15 juta dan biaya renovasi rumah maksimal Rp25 juta. Sebelum menyerahkannya, pemerintah akan memastikan dulu data para korban terutama kelompok yang berpenghasilan rendah.

Pada kondisi tersebut negara harus hadir di tengah rakyat salah satunya memberikan santunan ahli waris, bantuan rehabilitasi bangunan serta bantuan modal usaha yang rusak akibat konflik.

Menyikapi situasi Papua terkini ia menambahkan kasus yang sedang terjadi di Papua saat ini sedang dalam masa deeskalasi kekerasan sehingga pada situasi tersebut aparat keamanan dinilai lebih memiliki kemampuan mengatasinya.

Apabila situasi sudah mulai kondusif maka Kemensos bersama kementerian terkait lainnya bisa melakukan proses  assesment (penilaian) lebih lanjut seperti menindaklanjuti untuk penanganan korban trauma, kehilangan materi, kehilangan mata pencarian dan lain sebagainya. (rma)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *