INDOPOLITIKAMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan penemuan 250 ton beras impor ilegal di Sabang yang diduga berasal dari Thailand dan Vietnam.

Temuan beras impor ilegal tersebut dilaporkan kepadanya sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan penyegelan oleh aparat di gudang milik PT Multazam Sabang Group (MSG).

“Kami menerima laporan sekitar jam 2 bahwa ada 250 ton beras masuk ke Sabang tanpa izin dan tanpa persetujuan dari pusat. Saya langsung menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam. Berasnya sudah disegel, tidak boleh keluar,” ujar Amran, dikutip, Senin (24/11/2025).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa meskipun Sabang merupakan zona perdagangan bebas, impor beras tetap membutuhkan rekomendasi dan persetujuan Kementerian Pertanian.

Ia menduga beras impor tersebut masuk karena harganya yang lebih murah dibandingkan produksi lokal.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan tidak ada kebijakan impor beras. Amran mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso, jajaran direksi Kementan, serta Bapanas untuk memastikan tidak ada izin impor yang dikeluarkan. Hasilnya, tidak satu pun lembaga pusat memberikan persetujuan.

Ia menambahkan bahwa stok beras di Sabang sebenarnya sangat mencukupi.

“Di sana ada sekitar 402 ton untuk kebutuhan tiga bulan. Stok kita melimpah. Ini soal nasionalisme dan kehormatan bangsa jika kita mampu mandiri pangan,” tegasnya.

Kasus impor ilegal ini tengah didalami oleh aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Amran juga mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 2017 ketika impor jagung ilegal masuk ke Indonesia dan akhirnya dikembalikan ke negara asalnya.

Pemerintah memastikan proses investigasi berjalan ketat untuk menjaga kedaulatan pangan nasional sekaligus mencegah terulangnya praktik impor tanpa izin. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com