Keren, Putri Benyamin Lolos Seleksi 5 Universitas di Australia

  • Whatsapp
Benyamin Davnie dan putrinya, Kania Khairunissa

INDOPOLITIKA.COM – Putri Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Kania Khairunissa berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi di lima universitas sekaligus di Australia.

Siswi kelas XII SMA Islam Al-Azhar BSD, berhasil lolos seleksi di lima universitas di Australia di antaranya Monash University, University of New South Wales, University of Melbourne, University of Technology Sidney, dan Deakin University.

Bacaan Lainnya

Kania tak menyangka akan bisa mendapat kesempatan emas tersebut, awalnya hanya mencoba-coba dan melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan. Meski telah diterima di Australia, akan tetapi Inggris tepatnya di London merupakan tujuan awal Kania. Namun, jarak yang jauh antara Inggris dan Indonesia, membuat Australia menjadi pilihan yang tepat.

“Awalnya itu aku coba-coba dan awalnya mikir pengen ke London tapi jauh dan disamperinnya susah. Akhirnya cari yang deket dan bagus, yaudah di Australia aja yang pasti. Awalnya aku enggak ngarep banget bisa diterima, karena berat saingannya,” kata Kania Rabu (29/03/2020)

Universitas yang pertama didaftarkan Kania yaitu Deakin University, Technology Sidney, Monash University dan University of New South Wales. Kemudian, Universitas of Melbourne yang merupakan kampus tertua kedua di Australia sejak tahun 1853.

University of Melbourne dikenal memiliki mahasiswa yang sangat beragam dan hanya menerima 40 mahasiswa dari luar Australia. Selain itu, lima universitas top lainnya yang menerima untuk melanjutkan pendidikan tinggi membuat Kania merasa dilema.

“Antara Monash University dan University of Melbourne pilihannya. Soalnya di dua itu diterima sama di jurusan media komunikasi. Tinggal seleksi plus minusnya apa saja,” ujarnya.

Sementara itu, sang Ayah Benyamin Davnie memberikan kebebasan untuk Kania memilih universitas yang dikehendaki. Sejak SMP memang terlihat bahwa Kania adalah anak yang cerdas dan mempelajari bahasa Inggris secara otodidak.

“Sejak kecil sudah senang belajar jadi guru dan surprise sekali atas prestasi yang demikian,” ujarnya.

Benyamin tak memungkiri bahwa komunikasi manusia ke depan lewat teknologi dan ilmu tersebut sangat dibutuhkan. Ia juga sangat mendukung pilihan sang putri bungsu untuk melanjutkan pendidikan di Australia.

“Meskipun berat melepas anak bungsu untuk pergi jauh, tapi harus saya lakukan untuk masa depannya dan saya selalu mendukung,” tuturnya.  [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *