Kesal Ditagih Utang, Sekeluarga di Harapan Indah Bekasi Dibacok dan Disetrum Enam Pelaku

  • Whatsapp
Rekaman CCTV merekam para pelaku sebelum melakukan penganiayaan (Foto: iNews/Istimewa)

INDOPOLITIKA.COM – Kasus penganiayaan sadis sekeluarga di Perumahan Harapan Indah, Medan Satria, Bekasi, pada Jumat 10 September 2021, malam,  ternyata dilatari kasus piutang. Kini, enam pelaku tersebut sudah ditangkap pihak kepolisian, Senin, (13/9/2021) siang.

Aksi penganiayaan itu sempat terekam CCTV rumah korban. Dalam aksinya, para pelaku yang berinisial AJ, OS, SM, MA, BP, dan AS ada yang membacok, menyetrum, hingga menyempotkan cairan cabai ke ibu korban.

Berita Lainnya

Sementara itu, dari hasil penggeledahan di dalam mobil para pelaku, petugas menemukan dua buah senjata api jenis airsoft gun dan senjata api rakitan beserta amunisi, senjata tajam, borgol, alat setrum kejut, tangga, serta semprotan air yang berisi cairan cabai. Petugas pun mengamankan barang-barang yang di bawa pelaku ini sebagai barang bukti.

Kapolsek Medan Satria, Kompol Agus Rohmat, mengutip okezone.com, Selasa, (14/9/2021) mengatakan, aksi penganiayaan itu dipicu permasalahan utang piutang dari salah satu pelaku AJ senilai Rp 900 kepada korban.

Salah satu pelaku, yang merupakan teman korban itu awalnya berjanji datang kerumah korban untuk membayar utang, tapi kenyataannya justru melakukan tindak penganiayaan. AJ yang merupakan kawan satu kampus korban sengaja mengundang temannya dalam membantu aksi penganiayaan tersebut.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku aksi pembacokan dilakukan ini sengaja untuk mengintimidasi korban lantaran selalu ditagih utang. Pelaku sendiri meminjam uang ratusan juta rupiah untuk kepentingan investasi tanah.

“Pelaku utang ke korban untuk investasi tanah,” ujar Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat.

Kapolsek menambahkan, para pelaku selain memukul korban, ada juga yang melakukan pembacokan hingga mengenai tangan korban. Tidak hanya itu, salah satu dari pelaku bahkan sempat menyemprotkan cairan cabai hingga melakukan setrum kejut terhadap ibu korban.

Guna mempertangjawabkan perbuataanya, kini keenam pelaku terancam dengan pasal berlapis yaitu Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara, serta undang-undang darurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman dua belas tahun penjara. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *