‘Kesetrum’ Pemikiran Ahmad Wahib, Intelektualitas Keislaman TB Ace Limbung

  • Whatsapp
Politisi Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily

INDOPOLITIKA.COM- “fa’ala yaf’ulu, fa’lan wamaf’alan, fahuwa fa’ilun, wadzaka maf’ulun, uf’ul, la taf’ul, maf’alun, mif ‘alun”.

Gemuruh suara para santri di Pesantren Cipasung menggema. Alunan suara mereka melafalkan nadhom tashrif ilmu shorof terdengar merdu, serempak dipandu sang ustaz.

BACA JUGA:

Pesantren Cipasung merupakan tempat TB Ace Hasan Syadzily melanjutkan belajarnya setelah lulus dari SD Negeri Labuan, pada pertengahan 1987. Di SMP Islam Cipasung, Ace banyak mempelajari nilai-nilai ke-NU-an. Pesantren ini berafiliasi kental dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Lulus dari Cipasung, Ace melanjutkan pendidikannya di pesantren besar di bumi Ngayogyakarta Hadiningrat, Pondok Pesantren Krapyak. Di Krapyak, Ace diperkenalkan dengan sebuah buku berjudul “Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib.”

Ace yang kala itu baru berusia 15 tahun ‘kesetrum’ pemikiran Ahmad Wahib. Intelektualitas keislaman Ace limbung.  Ia  makin  serius mendalami konsep-konsep pemikiran Islam. Dia bahkan mempertanyakan kembali nilai-nilai dasar keislamannya.

Seluruh pergulatan intelektual yang masih dini itu kian dipertegas dengan iklim pergaulan di Pesantren Krapyak. Kebetulan asrama di pesantren itu tidak diatur sedemikian rupa sesuai dengan klasifikasi usia maupun kelas. Pola pergaulan bercampur baur. Santri yang masih SMP dan SMA bisa bergabung dengan senior-senior mahasiswa.

Di sana Ace yang notabenenya masih duduk di bangkus SMA sudah terlibat dalam pergulatan intelektual mahasiswa Pesantren Krapyak. Ace merasa dirinya belum pantas untuk bercampur dengan mahasiswa dan akhirnya memutuskan kembali ke Pesantren Sukahideng Tasikmalaya. Dia bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) Sukamanah.

Tahun 1994, di usia 18 tahun, Ace dinyatakan lulus. Tiga tahun ia digembleng di Pesantren Sukahideng dan MAN Sukamanah. Karakter, mentalitas, dan kemampuan intelektualnya semakin terbentuk. Ia tumbuh menjadi pribadi yang kokoh. Lulus dari MAN Sukamanah, Ace didawuh ayahnya Kiai Rafe’i untuk mendaftar ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat. [pit]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *