Ketimpangan Demokrasi Kamboja Berdampak ke ASEAN

  • Whatsapp

Jakarta: Matinya demokrasi di Kamboja diperkirakan akan berdampak ke ASEAN dan juga negara-negara anggota lainnya. Hal ini diutarakan oleh Pelapor Khusus HAM untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Marzuki Darusman.

“Kita ini harus menyuarakan keprihatinan soal demokrasi di Kamboja. Kalau tidak, ya dampak negatifnya luar biasa ke ASEAN. Bisa terjadi di negara-negara anggota lainnya,” kata Marzuki ketika ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin 30 Juli 2018.

Baca Juga:

“Kita harus mengakui bahwa sekarang ada empat negara ASEAN yang krisis demokrasi, Kamboja, Thailand, Myanmar dan Filipina,” lanjut mantan Jaksa Agung RI periode 1999-2001 ini.

Menurut Marzuki, demokrasi adalah sesuatu yang bukan sekali jadi, melainkan harus dirawat dan dipupuk setiap hari. Ia pun berpendapat, Indonesia bisa menjadi negara anggota ASEAN yang membantu Kamboja.

“Bisa dibicarakan di forum-forum ASEAN. Duta besar kita di Kamboja juga bisa menjelaskan soal keadaan di sana seperti apa,” ungkap pria yang menjadi Pelapor Khusus HAM PBB untuk isu Rohingya dan Korea Utara itu.

Ia juga berharap agar demokrasi dan hak asasi manusia tak menjadi hal yang tabu lagi di kawasan Asia Tenggara, terutama di tubuh ASEAN itu sendiri.

Diberangus di negaranya sendiri, partai oposisi Kamboja, Cambodia National Rescue Party (CNRP) mengaku takut untuk mengeluarkan suara di Kamboja. Dua pentolan partai oposisi ini pun nekat terbang ke Indonesia untuk menjelaskan kondisi sebenarnya di Kamboja.

CNRP menganggap Indonesia adalah negara dengan demokrasi paling apik di kawasan Asia Tenggara. Oleh sebab itu, CNRP meminta agar Indonesia bisa bersuara lantang terkait demokrasi di Kamboja.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *