HukumPemilu

Ketua DPD Partai Gerindra Padang Lawas Utara Terjaring OTT Politik Uang

Wakil Bupati Padang Lawas Utara Hariro Harahap bersama 13 orang tim sukses diduga membagi-bagikan uang untuk memenangkan istrinya Masdoripa Siregar

Tim Satgas Antipolitik Uang Polres Tapanuli Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Hariro Harahap yang juga Ketua DPD Gerindra Paluta. Dia ditangkap dugaan kasus serangan fajar bersama 13 orang lainnya, Senin (15/4).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan OTT tersebut. Tak hanya Hariro Harahap, 13 orang lainnya yang diringkus merupakan tim sukses dari sang istri Masdoripa Siregar.

“Benar, yang bersangkutan telah diamankan Polres Tapsel dalam OTT yang dilakukan Tim Satgas Money Politics Polres Tapanuli Selatan, Senin (15/4) sekitar jam 02 pagi tadi,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (15/4).

Tatan menjelaskan OTT itu diduga berkaitan dengan politik uang. Hariro Harahap bersama 13 orang tim sukses diduga membagi-bagikan uang untuk memenangkan istrinya Masdoripa Siregar, calon anggota DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra, Nomor Urut 3 Dapil I.

Dari penangkapan itu, turut diamankan barang bukti sejumlah uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Adapun ke-14 orang yang diduga terlibat yakni Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap serta 13 orang lainnya yang merupakan tim sukses. Mereka, antara lain, Sabaruddin Harahap, Mual Harahap, Fakih Imam Muda Harahap dan Rizal. Kemudian Fajar Harahap, Ali Asman Siregar, Sutan Kumala Siregar, Khairul Afandi Siregar, Harianto Harahap, Muhammad Rifai Harahap, Hasanuddin Simbolon, Irfan Harahap dan Maralaut Siregar.

“Tim melakukan penangkapan dugaan money politics yang bertujuan untuk memenangkan salah satu caleg DPRD Kabupaten Paluta,” jelasnya.

Dia menjelaskan OTT ini berawal saat Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya bagi-bagi uang untuk memenangkan Masdoripa Siregar di Pemilihan Calon Anggota DPRD Kabupaten Paluta Tahun 2019.

“Kemudian polisi melakukan penyelidikan. Ternyata empat orang yakni Sabaruddin Harahap, Mual Harahap, Fakih Imam Muda Harahap dan Rizal diduga menerima amplop berisi uang. Keempat orang ini diketahui baru keluar dari rumah Masdoripa Siregar dengan mengendarai mobil Toyota Kijang warna kuning dengan nomor polisi BK 1462 YG,” jelasnya.

Dari pemeriksaan petugas terhadap empat orang ini, lanjutnya, mereka mendapat amplop dan uang dari seseorang bernama Fajar Harahap di dalam salah satu rumah di Jalan SM Raja Lingkungan I Partimbakoan Kelurahan Pasar Gunung Tua Kecamatan Padang Bolak. Rumah ini merupakan kediaman pasangan suami istri Masdoripa Siregar dan suaminya Hariro Harahap.

“Tim Satgas Money Politik Polres Tapanuli Selatan, langsung melakukan pengembangan ke alamat dimaksud. Dari kediaman Wakil Bupati Paluta ini, petugas mengamankan sebanyak 10 orang laki-laki dewasa, yang sedang mengisi uang ke dalam amplop,” terangnya.

Petugas juga mengamankan amplop sebanyak 118 buah dengan isi dalam amplop uang bervariasi dengan besaran antara Rp150.000, Rp200.000 hingga Rp300.000, serta satu buah kartu nama Caleg DPRD Kabupaten Paluta Partai Gerindra nomor urut 3 Dapil I atas nama Masdoripa Siregar.

“Kita menangkap 14 orang pelaku politik uang dalam kasus ini. Guna pengembangan kasus, ke 14 orang ini dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk pengembangan kasus Lebih lanjut,” terangnya.

Sementara dari dalam rumah Wakil Bupati Paluta tersebut petugas juga mengamankan, laptop sebanyak 2 unit. Printer sebanyak 1 buah, stempel berlogo Partai Gerindra sebanyak 1 buah, stempel berlogo Prabowo Sandi sebanyak 1 buah, kalender caaleg atas nama Masdoripa Siregar sebanyak 11 buah.

“Kemudian slip transaksi perbankan (penarikan dana) BRI dan Bank Sumut, 1 eksemplar bukti dukungan terhadap Caleg, 1 buah kalkulator, stok amplop kosong yang telah tersedia, HP, hekter, pulpen, kwitansi dan ratusan Foto Copy KTP pendukung,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, status ke 14 orang itu masih terperiksa. Polisi akan melimpahkan kasus itu ke Bawaslu Kabupaten Paluta. (INI)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close