INDOPOLITIKA – Ketua Karang Taruna Kecamatan Rajeg, Suparji Rustam, menegaskan pentingnya pembuatan batik yang berbasis kajian sejarah serta mencerminkan identitas wilayah.

Menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Rajeg, Suparji Rustam, batik tidak hanya sekadar produk seni dan ekonomi kreatif, tetapi juga harus menjadi representasi nilai, budaya, dan karakter masyarakat setempat.

Rustam menyampaikan bahwa proses penciptaan corak batik seharusnya tidak dilakukan secara sepihak untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.

Ia menekankan pentingnya pelibatan unsur masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga produksi, agar hasilnya dapat diterima secara luas.

“Pembuatan batik itu harus melalui kajian sejarah kecamatan dan mencerminkan identitas wilayah. Bukan hanya dibuat karena kepentingan seseorang tanpa melibatkan unsur masyarakat,” ujar Rustam, Minggu (7/12/2025).

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar proses penciptaan motif batik dilakukan melalui mekanisme sayembara atau lomba terbuka. Dengan cara tersebut, potensi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat Rajeg dapat lebih tergali secara maksimal.

“Harapannya corak batik bisa disayembarakan, sehingga potensi yang ada di wilayah dapat tergali, menghasilkan beragam jenis corak, serta benar-benar mencerminkan identitas Rajeg yang dituangkan ke dalam batik,” jelasnya.

Menurut Rustam, keberadaan batik khas Rajeg nantinya tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.(Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com