Ketua Komisi II: Perlu Kajian Mendalam Soal Sistem Asimetris Pilkada

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

INDOPOLITIKA.COM – Komisi II DPR meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak buru-buru menerapkan sistem asimetris terkait evaluasi pilkada langsung.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menilai, sistem asimetris banyak pendekatannya, sehingga perlu ada kajian yang mendalam. “Beberapa hari yang lalu Pak Tito dengan Dirjen Otda mengatakan pendekatan di wilayah perbatasan. Di wilayah perbatasan yang rawan segala macam, oke boleh ke DPRD,” kata Doli di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Berita Lainnya

Lebih jauh, Politisi Golkar ini menyampaikan, tingkat rasional pemilih juga menjadi fokus utama. Bagaimana, meminimalisir politik uang yang marak terjadi tiap gelaran Pilkada.

“Ada yang mengatakan makin jauh dari kota tingkat pendidikan masyarakat rendah, tingkat kesejahteraannya juga rendah maka pilihannya menjadi tidak rasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian ingin ada kajian soal kedewasaan demokrasi tiap daerah jika nantinya hasil kajian akademik menunjukkan perlu adanya sistem asimetris untuk pilkada.

Menurut Tito, di daerah yang dianggap mengerti demokrasi, pilkada langsung bisa diterapkan. Namun, kata Tito, lain cerita jika di daerah tersebut penduduknya belum memiliki kedewasaan demokrasi yang mumpuni.

“Tapi di daerah tertentu yang tingkat kedewasaan demokrasi rendah, itu mau berbusa-busa calon kepala daerah bicara tentang programnya, nggak didengar. Karena memang kemampuan intelektual literasi rendah, nggak nyampai,” ujar Tito di Jakarta, Senin (18/11/2019).[asa]

 

 

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *