Pilpres

Ketua Relawan: Memenangkan Jokowi di Sumsel Adalah Jihad

Palembang – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam bidikan Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk menjadi lumbung suara Jokowi-Ma’ruf Amin. Posisi Sumsel yang diharapkan menjadi lumbung suara diakui sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumsel Giri Ramanda Kiemas merupakan tantangan luar biasa. Itu karena timnya harus membalik keadaan, karena di pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah di provinsi ini. Giri mengaku timnya sudah berulang kali menggelar rapat strategi dan kini sedang bekerja.

Menurut Giri, sudah pasti target menang di Sumsel menjadi cambuk bagi tim untuk bekerja serius memenangkan Jokowi-Ma’ruf secara fair dan terhormat. “Dari sisi kekuatan, tak bisa dibantah kami sekarang ini cukup kuat. Baik dari sisi partai pengusung maupun dari sisi tokoh yang terlibat dalam tim. Namun demikian harus diakui, pekerjaan ini sungguh berat. Kami harus turun door to door dan menyampaikan kebenaran kepada rakyat. Karena ternyata di akar rumput, fitnah dan kampanye hitam kepada Pak Jokowi ini luar biasa terasa,” ujarnya kepada media, Jum’at (28/12).

Giri mengaku timnya cukup kerepotan menghadapi kampanye hitam ini, karenanya ia meminta pihak berwenang turun tangan. Giri meminta kepolisian untuk pro aktif menindak penyebar hoaks dan fitnah. Ia juga meminta agar Bawaslu kerja keras mengawasi jangan sampai kampanye hitam menggema di Sumsel. Diakuinya jika kabar bohong, hoaks dan fitnah ini bisa dieliminir, raihan suara di Sumsel akan signifikan. “Kita ini di Sumsel sudah berpengalaman menggelar pemilu. Beberapa kali pilkada juga pilpres. Jadi ini harus berlangsung fair dan bersih. Pemilu harus jadi sarana pendidikan politik, jangan sampai gara-gara pilpres orang baik jadi penyebar hoaks,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Jaringan Vertikal Relawan Sumsel Bersatu, Sahrun Sobri menyatakan timnya tengah bekerja di akar rumput, berkampanye di daerah-daerah hingga ke pelosok. Relawan pemenangan sudah diaktivasi sampai ke tingkat desa. Di seluruh desa di Sumsel sudah terbentuk relawan dan mereka tengah bekerja. Sahrun optimis, berita bohong dan fitnah bisa dilawan secara langsung dengan penjelasan door to door. “Kami bergerak secara sistematis dan massif di semua wilayah, kita sekarang sangat bersemangat karena bukan saja punya misi memenangkan Jokowi tetapi juga melawan kezaliman. Menghancurkan para penyebar fitnah dan hoaks itu ibadah. Ini perang lahir batin. Jadi buat kami memenangkan Jokowi di Sumsel adalah jihad, karena saat yang sama kita melawan hoaks dan kebohongan,” ujarnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close