Ketua Umum DPP SAHI Abdul Kholik Ahmad: Biaya Haji 2023 Rp 69 Juta Memberatkan

Ketua Umum DPP SAHI Abdul Kholik Ahmad/ist

INDOPOLITIKA.COM – Biaya 2023 69 Juta menjadi perhatian serius Silaturahmi Haji Dan Umroh Indonesia (SAHI). Biaya haji 2023 sejumlah 69 juta mengundang banyak tanggapan juga dari banyak pihak karena terlampau memberatkan, dari jumlah sampai ketiadaan solusi kreatif dari penyelenggara haji.

Abdul Kholik Ahmad melihat, kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2023 sebesar 69 juta perorang sebagaimana diusulkan oleh Menteri Agama saat Raker bersama Komisi VIII DPR-RI beberapa hari lalu sangat memberatkan masyarakat.

“Ini  tidak proporsional antara biaya yang menjadi beban pribadi calon jemaah haji dan nilai manfaat atau subsidi yang lazim diterima selama ini,” katanya melalui pesan elektronik, Jakarta (25/1/2023).

Seperti diketahui bahwa BPIH 2022 sebesar 39,88 juta rupiah atau 40,54% dari total biaya haji yang real 98,37 juta rupiah.

Menurut dia, apabila harus terjadi kenaikan BPIH 2023, maka menurut SAHI  maksimal sebesar 49 juta rupiah atau 50% dari total biaya real haji 98,8 juta rupiah. Hal ini tetap memenuhi syarat istithaah bagi calon jemaah haji.

“Pemerintah bersama DPR dalam menetapkan biaya perjalanan ibadah haji harus memperhatikan  kondisi perekonomian nasional yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi covid-19, dan masa tunggu calon jemaah haji yang sangat lama hingga mencapai lebih dari 40 tahun,” pinta dia.

Di sisi lain, menurut dia, kebijakan Pemerintah Arab Saudi saat ini menurunkan biaya haji tahun ini hingga 30%.

Dirinya mengusulkan dalam hal pemberlakuan kenaikan biaya perjalanan haji harus ada limitasinya untuk pendaftar baru dan pendaftar lama yang telah menunggu dalam waktu belasan hingga puluhan tahun.

“Menjadi tidak adil apabila kenaikan biaya perjalanan haji dibebankan kepada seluruh calon jemaah haji. Apalagi jika kenaikan biaya haji melampaui 50% dari total biaya real perjalanan haji 2023,” keluhnya.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), saran dia, semestinya mampu mengelola secara kreatif dan inovatif dana haji yang menjadi tanggung jawabnya sehingga lebih produktif dan optimal.

“Dana haji yang kini mencapai 166 trilyun rupiah dapat diinvestasikan lebih produktif lagi dan menghasilkan nilai manfaat yang lebih besar bagi calon jemaah haji pada waktu-waktu yang akan datang,” pungkasnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *