Ketum PAN Tegur Tiga Kadernya Yang Kontroversial: Jaga Akhlak, Prilaku dan Ucapan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menegur tiga kadernya: Guspardi Gaus, Rosaline Rumaseuw dan Saleh Partaonan Daulay terkait pernyataannya yang kontroversial di tengah pandemi Covid-19.

Zulhas meminta ketiga kadernya tersebut untuk lebih sensitif dalam bertutur kata maupun bertindak agar tidak menyakiti hati masyarakat.

Berita Lainnya

“Jaga akhlak, jaga perilaku, jaga ucapan omongan. Saya sudah tegur dan saya sudah ingatkan teman-teman itu,” ujar Zulhas dalam potongan video yang diunggah di akun twitter @ZUL_Hasan, Jumat (16/7/2021).

Zulhas mengakui bahwa PAN tengah berduka di mana 2 dari kawan PAN meninggal dunia karena Covid-19. Namun, kesedihan ini bukan hanya dialami PAN tapi juga seluruh rakyat Indonesia.

“Tapi yang wafat, yang meninggal bukan cuma orang PAN, rakyat lebih banyak lagi, orang lain lebih banyak lagi yang menderita,” katanya.

Wakil Ketua MPR itu juga meminta agar kader PAN tidak berdiam diri, harus berbuat sesuatu untuk masyarakat miskin. Kalau tidak bisa membantu, paling tidak bisa menjaga ucapan dan perbuatan.

“Oleh karena itu, saya minta kader-kader harus ada empati, bantu apa yang bisa kita lakukan kita bantu. Ada yang vaksin gratis, kita bisa lakukan antigen, saudara kalau bisa membantu ya meringankan beban, seperti tadi, membantu meringankan beban seperti tadi, membagi apa, bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, paling kurang kita bantu menjaga perilaku,” tegas Zulhas.

Zulhas juga kemudian menyampaikan maaf atas nama PAN kepada seluruh rakyat Indonesia atas apa yang dilakukan oleh 3 kader PAN yang dianggap kurang sensitif.

“Atas nama Partai Amanat Nasional, saudara-saudara sebangsa se-Tanah Air saya meminta maaf untuk tindakan dan perbuatan kader PAN yang dianggap kurang sensitif pada situasi yang ada,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Fraksi PAN DPR Guspardi Gaus menghadiri rapat Pansus RUU Otsus Papua di DPR, padahal dia baru saja kembali dari Kirgistan. Sejumlah Anggota Pansus lainnya protes karena seharusnya Guspardi menjalani karantina dan tes Covid-19 terlebih dulu.

Kemudian, Wasekjen PAN Rosaline Rumaseuw dalam sebuah diskusi daring mengusulkan agar ada rumah sakit (RS) khusus pejabat karena kawannya meninggal akibat terlambat mendapatkan ruang perawatan di RS.

Terakhir, Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin agar jangan sampai ada lagi pejabat yang tidak mendapatkan ICU. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *