Nasional

KH Musthofa Aqil Siradj: Islam di Indonesia Realitas Unik

JAKARTA – Harus diakui bahwa keberadaan Islam di Indonesia merupakan realitas unik dan menakjubkan. Sejarah mencatat, Islam di Indonesia adalah kekuatan revolusioner yang paling menentukan dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Agama (Islam) telah menjadi kekuatan responsif terhadap beragam realitas kehidupan sosial dan dinamika berbangsa.

Itulah merupakan esensi penting bagi KH Musthofa Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) dari apa yang disebut “Islam Kebangsaan.”

“Saya memaknai Islam Kebangsaan sebagai Islam yang menghargai budaya dan memperjuangkan keamanan negara. Yakni mencintai tanah air (nasionalisme), menghargai kenegaraan dan keragaman budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama,” katanya, Senin (26/2/2018).

Dalam konteks kenegaraan, Islam di Indonesia mempunyai konsensus bernama Pancasila. Pancasila merupakan kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang mementingkan semua komponen dari Sabang sampai Merauke. Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa.

Melalui Pancasila itulah, lanjut KH Musthofa Aqil perbedaan di Indonesia justru dijadikan berkah, bukan musibah. Dalam kehidupan sosial, masyarakat Indonesia—termasuk warga Muslim—telah sepakat menerima beragam perbedaan. Baik perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, dan lain-lain.

Sebagai contoh, jika ada orang tertimpa musibah, warga Indonesia wajib menolong orang tersebut tanpa membedakan apa agama, suku, ataupun afiliasi organisasi. Masyarakat Indonesia secara umum dan masyarakat Muslim Indonesia secara khusus telah menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama, tempat hidup, beribadah, dan berbagai terhadap sesama.

Masyarakat Muslim Indonesia mafhum bahwa perbedaan adalah sunatullah. Sebab, jika Allah SWT menghendaki, bisa saja manusia dibuat sama atau membuat makhluk yang sama. (sm/k9)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close