Internasional

Khawatir Idlib Diserang, Ratusan Warga Mengungsi

Warga Suriah yang tinggal di tempat penampungan. (Foto: AFP).

Idlib: Ratusan warga sipil melarikan diri dari desa-desa dekat garis depan di Provinsi Idlib, Suriah. Mereka khawatir akan terjadi serangan rezim yang ke kubu pertahanan terakhir pemberontak negara itu, menurut seorang pemantau pada Kamis.
 
Pasukan pemerintah didukung Rusia sudah berkumpul di sekitar provinsi barat laut selama beberapa pekan. Sementara pada Selasa, Moskow melakukan serangan udara pertama terhadap para pemberontak dalam tiga pekan terakhir.
 
Rabu malam, ratusan warga desa meninggalkan daerah di tenggara provinsi yang terletak dekat wilayah yang dikuasai pemerintah, menurut pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).
 
Pengungsi menuju ke utara wilayah yang dikuasai pemberontak di provinsi tetangga Aleppo, kata pemantau yang berbasis di Inggris.
 
"Sekitar 180 keluarga, atau sekitar 1.000 orang telah menelusuri jalan sejak Rabu malam," kata kepala SOHR, Rami Abdel Rahman, seperti dikutip dari AFP, Kamis 6 September 2018.
 
Lebih dari setengah Provinsi Idlib dikuasai oleh Hayat Tahrir al-Sham, aliansi militan yang dipimpin bekas afiliasi Al-Qaeda Suriah. Sedangkan pemberontak yang didukung Turki menguasai sebagian besar sisanya.
 
Pasukan pemerintah merebut kembali sebagian besar wilayah tenggara provinsi itu pada awal tahun.
 
PBB menyatakan kekhawatiran bahwa serangan besar di Idlib dapat menggusur hingga 800.000 orang dari rumah mereka.
 
Utusan PBB Suriah, Staffan de Mistura, mendesak kekuatan besar buat campur tangan guna mencegah 'pertumpahan darah'.
 
Pada Jumat, sekutu Pemerintah Rusia dan Iran akan mengadakan KTT Teheran serta pendukung pemberontak Turki diharapkan untuk memastikan masa depan provinsi ini. Dewan Keamanan PBB akan membahas situasi pada hari yang sama.
 
Pembicaraan perdamaian berturut-turut telah gagal menghentikan perang saudara di Suriah. Pertikaian ini menewaskan 350.000 orang dan mengusir jutaan orang lagi dari rumah mereka sejak meletus pada 2011.
 
Negara tetangga Turki, yang menampung lebih dari tiga juta pengungsi Suriah, takut akan gelombang massa imigran baru.
 
"Turki hendak mencegah serangan terhadap Idlib," tutur Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Kamis, seraya menambahkan bahwa pihaknya sudah dengan jelas mengatakan kepada Rusia bahwa serangan Selasa itu keliru.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close