Khofifah, Kuda Hitam Calon Presiden Perempuan pada Pilpres 2024

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah nama telah digadang-gadang bakal maju pada Pilpres 2024 mendatang. Menariknya, dari sejumlah nama yang muncul dan ramai dibicarakan di media sosial, adalah mereka yang saat ini menduduki jabatan kepala daerah, khususnya mereka yang menjadi gubernur.

Diantaranya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah.

Berita Lainnya

Masuknya nama-nama tersebut ke dalam bursa capres 2024 memang sudah diprediksi jauh-jauh hari. Ganjar dianggap sebagai kader terbaik PDIP saat ini. Kemudian Ridwan Kamil menjadi pejabat yang namanya terus melejit sejak memimpin Kota Bandung.

Apalagi dengan Anies. Namanya bahkan dianggap sebagai antitesis dari pemerintahan Jokowi saat ini. Bahkan dalam beberapa hasil survei, namanya selalu berada diurutan teratas sebagai capres 2024.

Lalu bagaimana dengan Khofifah Indar Parawansah?

Pengamat Politik Try Rahayu, menyebut bahwa Khofifah memang tidak sekuat RK, Ganjar atau Anies. Tetapi ibarat semifinal Liga Champhion musim ini, Khofifah adalah Chelsea, kuda hitam yang siap menjadi raja Eropa.

“Ya kalau Ibu Khofifah untuk maju di Pilpres 2024 lebih layak kita sebut kuda hitam. Sama seperti Chelsea di Liga Champhion. Dibandingkan dengan klub-klub seperti Real Madrid, Manchester City atau PSG, Chelsea kurang difavoritkan. Tetapi, tetap saja punya peluang untuk menang,” kata Try saat diwawancarai lewat sambungin telpon, Kamis (22/04).

Try menjelaskan ada banyak faktor yang membuat Khofifah patut diperhitungkan jelang Pilpres 2024. Terutama posisi dia sekarang menjadi Gubernur Jawa Timur. Posisi tersebut menurutnya sangat penting untuk seseorang naik jabatan selanjutnya.

“Apakah Khofifah punya peluang? Ya, jelas punya peluang. Beliau sekarang menjadi Gubernur Jawa Timur, yang kita tau penduduknya sangat banyak. Jadi itu sebuah modal yang bagus. Dan kita semua tau, tren sekarang kalau mau jadi presiden harus jadi gubernur dulu. Seperti pak Jokowi, ya walaupun Gubernur Jakarta,” papar Try.

Try menambahkan, Khofifah juga punya pengalaman matang di politik. Selain menjadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah juga pernah menjadi menteri dan duduk di Parlemen.

“Selain jadi gubernur, beliau juga punya pengalaman menjadi Menteri Sosial (2014-2018). Sebelumnya, pada saat Gusdur menjadi presiden, Khofifah juga jadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dari tahun 1999 hingga 2001. Kemudian, beliau sudah bolak-balik menjadi anggota parlemen,” lanjutnya.

Menurut Try, modal lain yang juga sangat penting dimiliki Khofifah adalah dirinya sebagai kader NU dan asli Jawa. Kedua latar belakang tersebut, dianggap Try sebagai modal bagus untuk Khofifah dapat dipinang partai-partai politik jelang Pilpres 2024.

“Khofifah itu NU tulen, sudah 4 periode menjadi Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (2000–2021). Yang mana kita tau warga NU di negeri ini menjadi yang terbesar dibanding ormas-ormas lainnya. Dan bu Khofifah untuk saat ini menjadi salah satu kader NU terbaik. Apalagi Ibu Khofifah juga asli Jawa, yang mana kita semua tau, dalam setiap pilpres, suku Jawa selalu menentukan terpilih tidaknya seseorang menjadi presiden,” pungkas Try.

Dari penjelasan Try tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Khofifah Indar Parawansah, jangan buru-buru dicoret dari bursa capres 2024. Memang tidak sekuat Anies, RK atau Ganjar. Tetapi Khofifah tetap layak dianggap sebagai kuda hitam capres perempuan untuk Pilpres 2024 mendatang. [fed]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *