Kini, UAS Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

  • Whatsapp
Ustadz Abdul Somad

INDOPOLITIKA – Mubaligh Kondang Ustad Abdul Somad dilaporkan ke Polda Metro Jaya, sebab isi ceramahnya yang menghina keyakinan umat agama Katolik dan Kristen.

Laporan tersebut dibuat oleh organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB). Dalam Hal ini, Kuasa Hukum HBB Erwin Situmorang mengatakan laporan tersebut dibuat guna mencegah adanya penistaan agama yang dilakukan oleh pemuka agama.

Baca Juga:

“Maksud kedatangan kami di sini bahwa jangan ada lagi ustaz-ustaz lain atau pendeta atau pastor lain yang menghina atau menista agama karena kita umat yang saling mengasihi, menghargai satu sama lain,” kata Erwin di Polda Metro Jaya, Senin (19/8).

Selain itu, laporan tersebut dibuat lantaran pernyataan UAS dalam ceramahnya tidak benar. Atas hal tersebut, pihaknya merasa dirugikan.

“Seperti kita ketahui ceramah beliau di pekan baru itu yang menyatakan bahwa salib itu didalamnya ada iblis dan kafir, ada jin dan menyatakan juga di ambulan bahwa itu ada lambang kafir itu pernyataan yang tidak benar,” sambungnya.

Lebih jauh, Erwin menyebut jika ada pemeluk agama islam yang menyebut pernyataan Abdul Somad keliru. Oleh karena itu, maka pihaknya melayangkan laporan ke pihak kepolisaian.

Sebelumnya UAS menegaskan video yang diunggah di YouTube itu sudah lewat lebih dari tiga tahun yang lalu. Saat itu, lanjut UAS, sedang sesi tanya-jawab dan bukan dilaksanakan ruangan terbuka, namun tertutup di Masjid An-Nur Pekanbaru, Riau.

Kajian itu, sambung UAS adalah kajian rutinan yang dilakasanakan tiap Sabtu pada waktu ba’da subuh. Karena sifatnya tertutup, hanya kaum Muslimin saja yang hadir.

“Saya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajian tertutup yang diadakan di Masjid Agung an-Nur Pekanbaru. Itu bukan tabligh akbar semisal di lapangan terbuka atau disiarkan melalui stasiun TV,” jelas UAS

UAS menjelaskan ihwal kedudukan Nabi Isa AS. Kemudian, penjelasan juga diberikannya mengenai soal patung dan jin. Hal ini agar hadirin dapat memahami bagaimana ajaran tauhid dan syariat Islam memandang Nabi Isa AS, hukum memiliki patung, dan makhluk bernama jin. Jadi, tujuannya hanya memberikan pemahaman keilmuan.

UAS mangatakan sebagai warga negara yang taat hukum dirinya siap jika dipanggil pihak kepolisian. “Sebagai warga negara yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa salah, dan saya tidak bermaksud merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas UAS.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *