Pemerintahan

Kisah Sang Penakluk Samudera Pasifik

JAKARTA – Aldi Novel Adilang, atau yang akrab disapa Aldi memulai kisah heroiknya dengan canda tawa bersama Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramordhawardani di Bina Graha, Jumat 28 September 2018.

Aldi merupakan seorang nelayan asal Wori, Minahasa Utara berusia 19 tahun dan mengalami terombang-ambing di lautan samudera pasifik selama 49 hari.

Kejadian ini bermula ketika Aldi bekerja sebagai penjaga lampu Rompong atau rumah rakit lautan yang terbuat dari triplek dan kayu seadanya dan ditambatkan dengan seutas tali ke pelampung. Sampai pada 14 Juli 2018, angin kencang berhembus dan memutus tali jangkar sehingga membuat kapal Aldi hanyut terbawa arus hingga di perairan Guang.

Aldi menyatakan ketika 49 hari di lautan, ia hanya bisa makan ikan dan minum dari air laut. Karena persediaan makanan yang ada di kapal sudah habis di konsumsi di awal minggu pertama. Namun Aldi tahu betul kalau meminum air laut akan membuat dirinya dehidrasi. Sehingga ia mencelupkan bajuya ke laut lalu memerasnya. “Saya coba berfikir bagaimana bisa saya minum air laut ini, akhirnya dapat ide, saya celupkan saja baju saya ke dalam laut, lalu nanti air hasil perasan dari baju itu yang saya minum.” kata remaja asal Manado ini.

Selama 49 hari di lautan, banyak pengalaman yang dialami oleh Aldi, salah satunya adalah dikelilingi oleh Ikan Hiu di perahunya. “Jadi setelah saya makan ikan cakalang, karena itu banyak sekali darahnya jadi ada hiu yang mengelilingi perahu saya, saya pasrah saja tapi ternyata ikan Hiu itu pergi dengan sendirinya.”

Sampai bernyayi sambil bertepuk tangan pun dilakoni Aldi untuk menghibur diri. “Karena merasa sangat bosan, Saya coba saja bernyanyi pujian sekaligus berdoa pada Tuhan agar saya bisa selamat,” kisahnya. Sampai pernah terbersit keputusasaan dalam diri Aldi. Dia merasa bahwa dirinya tidak akan terselamatkan, karena tak kunjung ada perahu yang menghampirinya.

al1Namun sepertinya Tuhan menjawab doa dan pujian Aldi, 31 Agustus 2018 di tengah lautan, sebuah kapal kargo berbedera Panama, MV Arpeggio menyelamatkan Aldi dan membawanya merapat ke Pelabuahan Tokuyama, Yamaguchi, Jepang pada 6 September 2018. Pasca tiba di Jepang, Aldi di periksa dan dinyatakan oleh pemerintah Jepang bahwa dirinya bisa dipulangkan ke Tanah Air dengan fasilitas Konsulat Jendral RI di Osaka.

Aldi mengaku bahwa sampai saat ini dirinya memang masih mengalami trauma jika melihat lautan. Namun hal itu tidak membuat semangat Aldi luntur. Aldi sudah memutuskan untuk melanjutkan kembali sekolahnya yang sempat terhenti di bangku SMP. Lalu, Aldi bertekad untuk masuk akademi militer untuk melanjutkan cita-citanya yang ingin jadi tentara.

Kisah Aldi membuat Jaleswari terkagum-kagum akan keberanian dan ketangguhan serta semangat pantang menyerah dari remaja asal Manado ini. Jaleswari berpesan kepada Aldi, untuk terus melanjutkan cita-cita yang ia inginkan.

“Aldi kini sudah menjadi seorang yang inspiratif bagi setiap remaja Indonesia, Aldi sudah mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup sendirian di lautan selama 49 hari. Sekarang saya mau berikan miniatur pesawat N219. Nah, karena Aldi sudah bisa menaklukan samudera, maka sekarang Aldi harus melesat di udara seperti pesawat dalam menggapai cita-cita,” kata Jaleswari.

bar

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close