Kisah Warga Pondok Aren Tangsel Usai Divaksin: Wajah Bengkak Keluarkan Cairan Bau Amis

  • Whatsapp
Agus Purjantoro mengalami bengkak-bengkak pada bagian wajahnya setelah disuntik dosis pertama vaksin Corona Vac di Puskesmas Pondok Aren, Tangsel. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

INDOPOLITIKA.COM – Beragam cerita dan kejadian tak diinginkan usai divaksin Covid-19 membuat was-was sebagian orang. Ada yang ingin cepat-cepat divaksin, sebaliknya juga ada yang takut disuntik.

Di Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, salah seorang warga bernama Agus Purjantoro menceritakan kisah nahas yang dialaminya usai divaksin Covid-19 dosis pertama di Puskesmas Pondok Aren. Wajahnya bengkak bahkan terkadang mengeluarkan cairan bau amis.

Berita Lainnya

Agus menceritakan awal mula dirinya disuntik vaksin dosis pertama Corona Vac pada Juni 2021 di Puskesmas Pondok Aren. Usai disuntik, dia mengaku tidak merasakan gejala apapun. Namun, sehari kemudian, pada 7 Juni 2021 dia mulai mengalami pembengkakan pada bagian wajahnya.

“Kan saya vaksin tanggal 6 Juni, setelah vaksin gak ada gejala apa-apa. Besoknya tanggal 7 Juni itu baru mulai bereaksi. Pipi saya kayak ada biang keringat dan mulai membengkak,” cerita Agus seperti dikutip dari SindoNews, Jumat (26/6/2021).

Mendapati wajahnya bengkak, Agus lantas menghubungi nomor petugas puskesmas yang ada di sertifikat vaksinnya itu. Dia lalu disarankan ke UGD Puskesmas Pondok Aren. Anehnya, dokter puskesmas bilang tidak apa-apa.

“Jam 8 malam saya ke UGD puskesmas. Kata dokter gak apa-apa dan dikasih obat. Saya minum selama 3 hari kok gak ada reaksi malah tambah bengkak,” tuturnya.

Khawatir terjadi sesuatu yang buruk, dia kembali menghubungi petugas itu. Kali ini, Agus mendapat rujukan ke RSUD Kota Tangsel di Pamulang. Dengan wajah bengkak-bengkak, dia ke RSUD.

“Begitu daftar ke sana dikasih jadwalnya 4 hari kemudian, itu dalam kondisi wajah bengkak. Daripada nunggu 4 hari dan tambah parah akhirnya saya ke IMC ke dokter penyakit dalam,” kata Agus.

Agus Purjantoro mengalami bengkak-bengkak pada bagian wajahnya setelah disuntik dosis pertama vaksin Corona Vac di Puskesmas Pondok Aren, Tangsel. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

Dari dokter IMC Bintaro akhirnya diketahui jika bengkak-bengkak pada wajahnya diduga akibat suntik vaksin Corona Vac. Tapi, dia juga membuka opsi lain adanya penyebab lainnya.

“Analisa dokter itu ada kemungkinan dari vaksin dan faktor lain, tapi pas aku tanya dokter gak bisa jelasin secara gamblang. Saya periksa di IMC Bintaro,” ujar Agus.

Pulang dari IMC, dia diberi obat untuk satu minggu. Setelah minum obat itu, Agus mengaku baikan. Bengkak di wajahnya berangsur kempes. Dari pipi yang bengkak keluar cairan berbau amis.

“Dari pipi bengkaknya itu selalu keluar cairan kayak keringat, lengket dan baunya amis. Kayak bintik-bintik biang keringat gitu, warna merah, tapi kayak keluar keringat dan basah,” ucapnya.

Setelah kempes, pada bekas pipi yang bengkak kulitnya terkelupas. Merasa sudah tidak bengkak, Agus tidak melanjutkan pengobatan di IMC Bintaro. “Hari Jumat atau pada hari ke-10 saya sembuh. Saya pikir sudah sembuh karena bengkaknya sudah hilang. Tapi, Sabtu kemarin mulai bengkak lagi karena obatnya habis,” kata Agus.

Saat wajahnya bengkak-bengkak, dia mengaku tidak merasakan sakit atau panas dingin. Sebaliknya, wajahnya seperti kapalan. Hanya saja, bengkaknya selalu mengeluarkan keringat bau amis.

“Jadi kulitnya keras kayak baal atau kapalan. Pipi bengkaknya dipencet keras. Jadi rembes kayak keluar keringat gitu loh. Nanti dilap kering, tapi lima menit kemudian ya keluar lagi,” ujarnya. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *