Klaster Lapas Muncul, 125 Narapidana di Lapas Kerobokan Bali Positif Covid-19

  • Whatsapp
Lapas Kelas II A Kerobokan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali

INDOPOLITIKA.COM – Lapas Kerobokan Bali menjadi klaster baru penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Bali. Per hari Senin (26/10/2020) jumlah napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas Kerobokan menjadi 125 orang.

Seperti diketahui, klaster ini ditracking melalui rapid test terhadap 1.300 napi. Selanjutnya, dilakukan test swab terhadap 633 napi  yang dinyatakan reaktif.

Berita Lainnya

“Masih 91 (hasil swab yang keluar). Itu, pemeriksaan pertama 227 orang yang di swab sudah keluar semua,” kata Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma, Senin (26/10/2020).

Untuk tes swab Minggu (25/10/2020), ada 132 tahanan yang ikut. Namun, hasilnya belum keluar. Pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Bali untuk melakukan tes kepada narapidana lain.

“Ini masih koordinasi dengan Dinas Kesehatan Badung soalnya terlalu banyak yang reaktif. Artinya kita masih berkoordinasi,” imbuhnya.

Sedangkan, narapidana Warga Negara Asing (WNA) di Lapas Kerobokan ada sebanyak 7 orang yang positif Covid-19. Lapas Perempuan Denpasar, Bali, yang positif Covid-19 ada sebanyak 34 orang setelah dilakukan tes swab pada 58 tahanan.

“Lapas perempuan 34 (orang yang positif Covid-19) dan yang reaktif kemarin 58 orang,” jelasnya.

Narapidana yang positif Covid-19 diisolasi di dua tempat, yaitu di Aula Lapas Kerobokan dan Blok Wisma Kuta yang berada di dalam Lapas.

“Iya, kita isolasi di dalam di aula dan Wisma Kuta kalau di lapas Kerobokan,” ujar Surya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk memastikan, para napi akan mendapatkan pelayanan standar pasien Covid. Mereka akan rutin mengonsumsi vitamin, berolahraga, dan berjemur untuk mendukung proses penyembuhan. Selain itu, lapas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Badung untuk pemeriksaan kesehatan mereka secara rutin.

“Kami juga mengharuskan seluruh pegawai mandi sebelum masuk ke dalam lapas dan itu berlaku mulai hari ini (kemarin—Red). Selain itu, kita siapkan fasilitas mandi untuk pegawai, jadi jangan sampai nanti dari pegawai yang boleh keluar-masuk malah membawa (virus korona),” katanya.

Ia mengeklaim, sejauh ini kasus Covid-19 baru ditemui di dua lapas tersebut. Ia juga mengaku rutin melakukan pengecekan ke semua lapas dan rutan. “Kalau di tempat lain, tidak ada laporan,” ujarnya.

Kemenkumham juga belum memutuskan adanya pemindahan warga binaan, baik di Lapas Kerobokan atau Lapas Perempuan. Menurut dia, pemindahan itu perlu kendaraan khusus dan prosedur yang sangat hati-hati. “Tapi, pastinya sekarang ini kita pisahkan dulu tempatnya saja,” kata dia. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *