Kobarkan Antisemit, Pelaku Penembakan di New Jersey Sengaja Incar Toko Yahudi

  • Whatsapp
Para polisi bersenjata lengkap saat diterjunkan di lokasi baku tembak di New Jersey, AS.

INDOPOLITIKA.COM- Tebar kebencian terhadap kaum Yahudi (anti-semit) dan polisi di media sosial dua pelaku baku tembak New Jersey, Amerika Serikat (AS) disebut memang sengaja menargetkan supermarket Yahudi. Kedua tersangka baku tembak itu adalah David Anderson serta Francine Graham.

Keduanya ditembak mati oleh polisi dalam peristiwa baku tembak yang terjadi di New Jersey Selasa siang waktu setempat (10/12/2019). Dalam peristiwa itu total ada empat orang tewas. Rinciannya; tiga warga sipil dan seorang polisi yang tengah menyelidiki kasus pembunuhan.

Baca Juga:

Insiden dimulai ketika Anderson dan Graham membunuh Joseph Seals, polisi yang bertugas untuk mengawasi peredaran senjata ilegal di jalanan.

Setelah itu keduanya masuk ke dalam supermarket menggunakan mobil curian, dan membarikade diri mereka di dalam sambil membalas tembakan.

Sumber menerangkan, Anderson dan Graham pernah masuk sebagai pengikut pergerakan Black Hebrew Israelite, dan emngunggah pesan kebencian di internet. Walikota Jersey City Steven Fulop dalam kicauannya di Twitter berujar, dua pelaku memang sengaja menargetkan supermarket Yahudi.

“Berdasarkan penyelidikan awal, kami yakin para pelaku memang menargetkan lokasi itu sebelumnya,” terang Fulop. Dilansir New York Post Rabu (11/12/2019), klaim itu dia beberkan berdasarkan rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV, keduanya berkendara secara pelan di Supermarket Kosher Jersey City di kawasan Greenville. Kemudian dengan tenang, keduanya keluar dari van U-Haul, membuka pintu dengan senapan mereka, dan mulai menembaki pengunjung.

Sebelum penyerangan, Anderson dan Graham mengunggah pesan berisi anti-Semit dan kebencian terhadap polisi di media sosial.

Tak hanya itu, sumber kepolisia mengungkapkan mereka menemukan pesan bernada religius di dalam van curian tersebut. Pejabat Jersey City tidak menyebut apakah penembakan itu terkait kebencian atau anti-Semit, hanya menyatakan supermarket itu “ditargetkan”.

Warga setempat menuturkan, selain Seals, para korban lain diidentifikasi bernama Moshe Deutsch (22), Leah Mindel Ferencz, dan karyawan bagian pengiriman. Wali Kota New York Bill de Blasio langsung mengutuk baku tembak tersebut melalui serangkaian kicauannya tak lama setelah pernyataan Fulop.

“Meski tak ada laporan ancaman serangan, saya tetap meminta Kepolisian New York untuk berjaga dengan level darurat,” tegas De Blasio.[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *