Kocak, Pemuda Ingin Beli SIM Polisi saat Ditilang

  • Whatsapp
Video pemuda mau beli SIM polisi saat akan ditilang.

INDOPOLITIKA – Sebuah video pemotor yang terjaring operasi lalu lintas polisi viral di media sosial dan pesan berantai. Dalam video tersebut seorang pelanggar lalu lintas kebingungan saat ditilang.

Dalam video berdurasi lebih dari satu menit tersebut terlihat pria berjaket kulit hitam tengah ditanyai (Surat Izin Mengemudi) SIM oleh polisi.Namun pria yang dalam video tersebut mengenakan helm nampak kebingungan mendengar pertanyaan petugas.

Baca Juga:

Namun Ia justru bertanya balik kepada petugas kepolisian seperti apa bentuk dan kegunaan SIM tersebut dalam bahasa Sunda. Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa mengendarai sepeda motor harus memiliki SIM.

Seorang petugas polisi pun menunjukan SIM yang ia miliki pada pria tadi, namun secara polos ia melontarkan pertanyaan yang membuat beberapa orang dalam video tertawa.

“Tiasa dipeser ieu ku abdi? (bisa dibeli ini oleh saya?),” Kata Pria itu sambil menunjuk SIM yang diperlihatkan polisi.

Dua petugas polisi dalam video terlihat sabar dan menjelaskan bahwa SIM bisa dibuat dan diurusi di Polres bukan dibeli.

“Ya enggak bisa SIM harus dibuat sendiri ke polres tidak bisa dibeli,” jawab petugas menjelaskan kepada pria tersebut.

Ia kemudian kembali bertanya apakah apabila seorang pengendara memiliki SIM tidak akan kena hukuman atau ditilang. Polisi kemudian menjawab apabila seorang pengendara tertib berlalu lintas dan memiliki SIM maka tidak akan ditilang. “Kalau tertib mah enggak ditilang,” tutur petugas.

Polisi kemudian memberikan pria tersebut minuman dan roti, setelahnya ia nampak berbincang dengan petugas menjelaskan mengenai ketidaktahuannya akan SIM. Sayangnya video tersebut nampak terputus, petugas sendiri akhirnya memberikan penilangan.

Kejadian yang kini viral itu ternyata terjadi di Tasikmalaya. Wakil Kepala Polres Tasikmalaya, Kompol Rikky Ariestiawan, membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya.

“Kami pertama kali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat meskipun video yang viral itu positif. Ini tidak ada rekayasa dan bersifat spontanitas dari anggota kami,” kata Rikky.

Di sisi lain Wakapolres Tasikmalaya mengapresiasi sikap anggotanya yang memperlihatkan sikap humanis saat menjalankan tugas.

“Kami apresiasi anggota di lapangan menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat dilaksanakan secara baik,” ujarnya.

Menurutnya, sikap tersebut memang sudah diintruksikan oleh Kapolres kepada seluruh anggotanya agar dalam menjalankan tugas menekankan sisi humanis.

“Artinya saat menindak pelanggar harus mengutamakan tutur, salam, sapa, dan senyum. Semoga ke depannya bisa dipertahankan dan lebih dari itu,” kata dia.

Viralnya video tersebut diharapkan Rikky bisa menjadi sarana sosialisasi bagi masyarakat betapa pentingnya SIM saat berkendara.

Setelah ditelusuri lebih dalam, petugas polisi yang terlihat dalam video memberikan air dan sebungkus roti kepada pemotor itu ialah Kanitlantas Polsek Singaparna yakni Ipda Tono Suherman.

Ipda Tono mengaku kaget kejadian yang terjadi Rabu (31/7/2019) lalu itu menjadi viral. “Saya kaget video tersebut bisa viral dan tidak tahu siapa yang merekam dan memviralkannya. Kemarin Sore di kabarin anak katanya viral,” kata Tono.

Dia menceritakan, kejadian saat operasi lalu lintas itu terjadi di Jalan Singaparna-Garut tepatnya di Kampung Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Dari keterangannya, Pria berjaket kulit itu diketahui sebagai Kohir warga Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Saat diperiksa petugas, pria yang diketahui berprofesi sebagai tukang cilok itu tidak memiliki SIM. “Saat ditanya SIM dia itu merasa kebingungan,” ujarnya.

Lalu saya sarankan anggota untuk membawa yang bersangkutan ke pinggir jalan untuk dimintai keterangan. “Saya beri air dan roti supaya ngobrolnya tidak tegang,” kata Tono.

Memang saat ditanyai petugas, lanjut Tono, Kohir terlihat benar-benar tidak mengetahui SIM itu apa. “Katanya dengar pernah tapi melihat SIM tidak pernah. Oleh petugas ditunjukanlah SIM dia spontan secara polos ngomong pak ieu dipeser ku abdi wios (Pak ini dibeli sama saya boleh?),” cerita Tono sambil tertawa.

Hasil perbincangan petugas dengan Kohir, diketahui dia baru delapan bulan memiliki kendaraanya dan belum lunas. Meski polos, polisi tetap menilang Kohir. “Dia berterimakasih telah diberitahu dan katanya akan bikin SIM,” kata Ipda Tono Suherman.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *