Internasional

Kolombia Berharap Referendum Dapat Bantu Basmi Korupsi

Warga menyerukan agar pemilih terdaftar mengikuti referendum di Kolombia pada Minggu 26 Agustus 2018. (Foto: AFP)

Bogota: Jika ditanya mengenai korupsi, mungkin sebagian besar warga Kolombia sepakat bahwa itu adalah masalah besar di negara mereka.

Menurut seorang pengawas keuangan Kolombia, Edgardo Maya Villazon, lima puluh triliun peso (Rp245 triliun) telah dikorupsi sejumlah pejabat dari anggaran negara. 

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi korupsi di Kolombia melalui jalur hukum, seperti lewat penyelidikan menyeluruh dan peningkatan kesadaran publik melalui kampanye.

Pada Minggu 26 Agustus 2018, seperti dikutip dari BBC, Kolombia akan mencoba sesuatu yang berbeda. Para pemilih akan menuju ke tempat pemungutan suara dalam sebuah referendum. 

Warga berharap muncul undang-undang anti-korupsi yang lebih ketat setelah berakhirnya referendum.

Para pemilih akan ditanya apakah mereka setuju dengan tujuh poin, salah satunya mengenai batas gaji untuk anggota Kongres Kolombia.

Terdapat pula poin yang memungkinkan masyarakat untuk dimintai pendapat mengenai anggaran belanja negara.

Referendum bersifat mengikat, tetapi hanya berlaku jika sepertiga dari seluruh pemilih terdapat ikut serta.

Untuk setiap langkah yang akan diadopsi, perlu menerima 50 persen suara sah plus satu.

Kongres Kolombia kemudian diberi waktu satu tahun untuk mengubah RUU menjadi undang-undang. Jika itu tidak terjadi, presiden memiliki 15 hari untuk membuatnya jadi bersifat mengikat melalui sebuah dekrit.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close