Politik

Komaruddin Hidayat: Kepercayaan Saya Pada Etika Politik Sudah Sangat Menurun

Indopolitika.com Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Komaruddin Hidayat menyatakan kepercayaannya terhadap etika politik sudah menurun karena melihat perkembangan politik belakangan yang sudah didominasi kepentingan sesaat.

“Kepercayaan saya pada etika politik sudah sangat menurun. Yang dominan adalah kepentingan uang dan kekuasaan, apa pun retorika yang dikemukakan,” kata Prof Komaruddin Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (19/5/).

Saat ditanya mengenai suara umat Islam, khususnya warga NU dan Muhammadiyah dalam Pemilihan Presiden 2014, dia juga enggan berkomentar.

“Saya no comment (tak mau berkomentar, Red). Sekarang ini apakah masih ada pengikat dan pemersatu mereka yang disebut warga NU, Muhammadiyah dan umat Islam dalam sikap politik?” tanyanya.

Menurut Komaruddin, mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Karena itu, umat Islam Indonesia ada di mana. Semua calon presiden dan wakil presiden yang akan bersaing dalam pemilihan juga beragama Islam.

“KPK juga Islam, koruptor juga Islam. Yang diharapkan rakyat itu mereka yang punya kemampuan, integritas, pengalaman kerja dan semangat melayani,” ujarnya.

Terkait suara warga NU dan Muhammadiyah dalam pemilihan presiden, Komaruddin mengisyaratkan tidak akan bisa ditentukan oleh kyai, pimpinan organisasi masyarakat apalagi partai politik.

“Rakyat memiliki kebebasan, apakah mereka warga NU atau Muhammadiyah. Terlebih dalam memilih presiden. Tak ada jaminan anjuran kyai atau pimpinan ormas mesti ditaati warganya,” katanya.

Pemilihan Presiden 2014 dipastikan akan diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Keduanya berhasil menggandeng partai-partai Islam dalam koalisi mereka.

Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dimotori Partai Gerindra mendapat dukungan dari PAN, PPP, PKS, PBB dan menyusul belakangan Partai Golkar. Sejumlah tokoh Islam juga menyatakan diri mendukung pasangan itu seperti Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj dan penyanyi dangdut Rhoma Irama yang sebelumnya disebutkan akan menjadi calon presiden PKB.

Sementara itu, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dimotori PDI Perjuangan mendapat dukungan dari PKB, Partai NasDem, PKS dan Partai Hanura. Sejumlah politisi muda Partai Golkar juga telah menyatakan mendukung pasangan ini meskipun secara resmi partainya mendukung Prabowo-Hatta.

Suara dukungan dari warga NU juga dipastikan akan terpecah. Sebab, PKB yang identik sebagai partai warga Nahdliyin menyatakan mendukung Jokowi-JK, tetapi Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj secara pribadi mendukung Prabowo-Hatta. (*)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close