Komisi A Sarankan Pemprov DKI Punya Aplikasi Pendeteksi Bencana

  • Whatsapp
Ketua Komisi A Mujiyono

INDOPOLITIKA.COM – Upaya antisipasi bencana dengan pengadaan alat pendeteksi dini terus diupayakan. Hal itu dilakukan agar peristiwa banjir bisa diantisipasi sedini mungkin.Terkait pengadaan alat mendeteksi datangnya bencana,

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyarankan agar Pemprov DKI memiliki aplikasi penditeksi bencana seperti yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Magelang, yang diberi nama aplikasi Pancen A SIKK (Pantauan Bencana dengan Aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan).

Baca juga:

Menurut Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, aplikasi Pancen A SIKK dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang tersebut sudah teruji penggunaannya.”Aplikasi tersebut turut berfungsi sebagai early warning sytem (EWS) atau sistem peringatan dini kejadian bencana. Mulai dari tanah longsor, gempa sampai gunung merapi meletus,” kata Mujiyono, di Gedung DPRD DKI, Jumat (24/1/2020).

“Jadi mengunduh aplikasi ini selanjutnya bisa memitigasi bencana. Kejadian apa dan di mana yang akan berlangsung terlaporkan di sistem ini. Seperti saat Gunung Merapi meletus, aplikasi ini memberikan laporan ke mana harus evakuasi dan harus apa,” lanjutnya.

Disebutkan Mujiono, bencana banjir yang melanda Jakarta saja, sistem pelaporan masih manual yang kemudian dikumpulkan di kelurahan atau kecamatan. Selanjutnya baru dilaporkan ke tingkat Balai Kota.

Mujiyono pun mengaku, melihat langsung penggunaan aplikasi Pancen A SIKK, saat komisi yang dipimpinnya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemprov Jawa Tengah (Jateng) Magelang, Jumat (17/1/2020) lalu.

“Kami kunker kesana untuk mencari masukan sekaligus sebagai studi komparasi dengan aplikasi yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta,” ujar dia.

Ternyata tak hanya aplikasi Pancen A SIKK yang mencuri perhatian kalangan DPRD DKI.Melainkan ada aplikasi lain. Aplikasi itu dintarannya adalah sistem aplikasi Mencari Kekasihku yg dikembangkan oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Grobogan, dan aplikasi Si Supo Si Bapak On (Sistem Surakarta Pajak Online) dari Pemkot Surakarta.

“Aplikasi yang dimilik Jateng ini bisa dikawinkan dengan milik DKI Jakarta. Pentingnya kami belajar di Jateng supaya pola penanganan, tindak lanjut soal kebencanaan kepada masyarakat bisa cepat,” tuturnya.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *