Komisi IX : Kenaikan Iuran BPJS Makin Susahkan Rakyat

  • Whatsapp
Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi

INDOPOLITIKA.COM- Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi keberatan dengan keputusan Jokowi menaikan iuran BPJS Kesehatan. Baik iuran untuk peserta mandiri maupun bagi penerima bantuan iuran (PBI) yang didanai secara subsidi oleh pemerintah dan daerah. Kenaikan signifikan itu memiliki efek domino. Tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga keuangan Pemda.

Dia mengatakan, kenaikan iuran hingga 100 persen untuk semua kategori iuran dianggap semakin membenamkan masyarakat miskin. Akibat kenaikan itu, pengeluaran untuk tambahan gizi masyarakat terpangkas untuk membayar BPJS Kesehatan.

Baca Juga:

“Kenaikan BPJS Mandiri akan membuat masyarakat kecil terbebani. Mereka harus mengurangi pengeluaran beli makanan bergizi yang seharusnya berperan dalam pencegahan penyakit. Kami minta kebijakan ini ditinjau ulang,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk subsidi kesehatan di daerah-daerah. Terutama untuk kategori PBI. Karena itu, kenaikan iuran untuk PBI jelas membebani keuangan daerah.

“Kenaikan PBI juga akan membebani Pemerintah Daerah, karena tak semua PBI ditanggung APBN,” ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah meneken kebijakan menaikan tarif iuran BPJS. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Aturan ini diteken Presiden Joko Widodo dan diundangkan pada 24 Oktober 2019, serta berlaku sejak tanggal yang sama.

​Dalam aturan tersebut, kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis kepesertaan mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Iuran peserta mandiri kelas 1 dan 2 naik dua kali lipat dari semula Rp 80 ribu dan Rp 55 ribu menjadi Rp 160 ribu dan Rp 110 ribu.

Sementara iuran peserta kelas 3, naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu. Sementara Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dinaikkan subsidinya dari 23 ribu menjadi 42 ribu. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *