Komisi VII Tinjau Persiapan Pertamina Hadapi Arus Mudik Lebaran

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR, dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam meninjau persiapan PT. Pertamina dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2019 di Tol Surabaya – Kertosono. Ridwan mengatakan, geliat peningkatan aktivitas masyarakat di bulan Ramadan biasanya mulai terasa 15 hari sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Kondisi ini mengakibatkan permintaan akan energi, khususnya Premium dan Elpiji bersubsidi, mulai naik melampaui kebutuhan normal harian.

Baca Juga:

“Alhamdulillah, Pertamina sangat siap, terutama yang di Provinsi Jawa Timur. Tol Jakarta sampai Surabaya sudah terkoneksi dan perkiraan penumpukan pengisian BBM mungkin akan terjadi di Jawa Tengah, dan Pertamina sudah mempersiapkan kebutuhan BBM tersebut di seluruh Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah. Pertamina sudah menyiapkan mobil-mobil dispenser, apabila terjadi kemacetan dan ambulans,” ujar Ridwan bersama Tim Kunspek Komisi VII DPR, saat meninjau SPBU rest area KM 726 Tol Surabaya – Kertosono, Jawa Timur, Jumat (17/5/2019).

Politisi Partai Golkar itu mengimbau masyarakat untuk segera mengisi BBM apabila tangki mobil sudah setengah atau bahkan mendekati habis, agar tidak terjadi penumpukan pengisian BBM di berbagai SPBU Jawa Tengah. Di sisi lain, Ridwan mengaku cukup puas dengan penjelasan  Direktur Retail PT. Pertamina, Mas’ud Khamil, sehingga tinggal menunggu implementasinya di lapangan.

“Saya khawatir terjadi sesuatu pada hari H, karena hal-hal yang tidak direncanakan bisa terjadi,” imbuh Ridwan.

Sebelumnya, Mas’ud menjelaskan, pihaknya akan menerapkan Program Ramadan Idul Fitri (RAFI) 2019 untuk menghadapi arus mudik Lebaran di Tol Merak – Probolinggo sepanjang 920 kilometer. Adapun layanan BBM satgas RAFI di SPBU Jawa Madura +- 3.400 unit, dan disediakan juga motor kemasan 200 unit yang membawa BBM untuk menjangkau area-area tertentu.

Untuk Elpiji, Pertamina sudah menyiapkan 638 SP(P)BE, 3.094 agen dan 31.012 pangkalan siaga. Apabila ada kendala, masyarakat bisa langsung membuat pengaduan di call center 135 dengan kode area masing-masing di depannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *