Internasional

Komitmen Kuat Indonesia-Australia untuk Lingkungan Hidup

Duta Besar Australia untuk Lingkungan Hidup Patrick Suckling. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Indonesia dinilai memiliki komitmen kuat dalam memerangi perubahan iklim. Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Australia untuk Lingkungan Hidup Patrick Suckling.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Suckling banyak bertemu dengan para petinggi hingga komunitas kecil dan bertanya mengenai komitmen Indonesia untuk masalah lingkungan hidup. Jawaban yang didapatnya cukup membuat senang karena ada peningkatan signifikan dalam regulasi Indonesia untuk berperang melawan perubahan iklim.

Perjanjian Paris, menurut Suckling, sangat berperan besar dalam pembentukan aturan, regulasi dan perubahan di setiap negara anggota atas perubahan iklim tersebut. Meski demikian, kata Suckling, harus ada tindakan dari masyarakat sendiri dalam memerangi hal tersebut.

Masyarakat diminta aktif untuk mengurangi perubahan iklim, seperti misalnya mulai mengurangi sampah plastik, tidak membakar atau menggunduli hutan.

"Jadi Indonesia dan kami memiliki komitmen yang sangat kuat dengan aturan yang baik, regulasi yang baik untuk mengambil tindakan dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim, bahkan bagi pertumbuhan ekonomi. Dan masyarakat juga harus menyadari perubahan iklim dan mengambil tindakan mencegah hal tersebut berlangsung, demi masa depan anak cucu kita," kata Suckling kepada Medcom.id, Selasa 14 Agustus 2018.

Berikut wawancara eksklusif kami dengan Patrick Suckling.

#Ada beberapa kerja sama antara Indonesia dan Australia di sektor lingkungan hidup. Ada berapa kerja sama spesifik yang dilakukan kedua negara di sektor tersebut?

Saya senang berada di Indonesia. Indonesia dan kami memiliki hubungan yang cukup dekat. Banyak kerja sama yang kami lakukan di berbagai area, sekitar 37 kerja sama berbeda di sektor ini. Dan kami memiliki hubungan yang saling pengertian, di mana sangat penting untuk kami melindungi lingkungan dan hidup dalam lingkungan yang baik untuk generasi mendatang, sehingga setiap anak dapat hidup dengan memahami konsep tersebut.

Jadi sangat penting bagi dua negara untuk mengimplementasikan Perjanjian Paris dalam kerja sama Indonesia dan Australia. Karena Perjanjian Paris untuk perubahan iklim merupakan perjanjian sangat bersejarah. Untuk pertama kalinya perjanjian mengenai lingkungan ini sangat kuat dan memiliki dampak cukup signifikan bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini, termasuk Indonesia. Seluruh negara bersama-sama dalam Perjanjian Paris dan perjanjian ini harus dibarengi dengan beberapa tindakan nyata untuk mengurai tantangan yang disebabkan perubahan iklim. Tidak ada satu pun negara yang dapat memperbaiki masalah tersebut sendirian. Jadi, kita bekerja sama dalam hal ini, secara global mengambil tindalam untuk mengurai tantangan perubahan iklim dan dampaknya terhadap komunitas kita.

Indonesia dan Australia memiliki komitmen sangat kuat terhadap kerja Perjanjian Paris ini. Kami bernegosiasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kami sangat kuat dalam tindakan dan dukungan dan Australia bekerja sangat dekat dengan Indonesia.

Kami sangat mendukung Indonesia dalam penghitungan emisi karbon untuk waktu yang cukup lama, dan untuk setiap tindakan, kami saling berdiskusi tentang apa yang akan kami lakukan. Kami prioritaskan untuk saling berhubungan satu sama lain karena perubahan iklim ini berdampak pada banyak sektor sekarang. Untuk konteks tersebut, kami membagikan banyak informasi, data dan cara pandang untuk membuat aturan kuat dalam mengambil tindakan di berbagai sektor. 

Kita tahu emisi karbon disebabkan hutan yang terbakar. Banyak cara bagi Indonesia untuk menghentikan kebakaran hutan ini dan Australia sangat mendukung Indonesia dalam konteks menghentikan pembakaran hutan tersebut. Sebagai contoh, kami melakukan berbagai pembangunan infrastruktur di Indonesia, seperti kami membantu mendanai program sekolah dengan pemerintah Indonesia. Kami yakinkan bahwa bangunan itu tahan dengan perubahan iklim, jadi dapat bertahan di iklim se-ekstrem apa pun. Kita butuh infrastruktur yang kuat, dan di sini saya tekankan hubungan kami dengan Indonesia sangat baik.

Kami juga bekerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, sebagai contoh kami membantu peningkatan aktivitas produksi, dan yang menjadi tantangan adalah kondisi di wilayah penanaman terjadi. Misalnya, saat hujan lebat yang membanjiri sawah, atau kekeringan yang melanda, makanya kami datang dengan membawa teknologi berbeda. Dengan teknologi itu, kita bisa 'berdamai' dengan perubahan iklim.

Di bidang swasta, kami ingin menambahkan lebih banyak pihak swasta dan saya harap bisa menambah lebih dari 300 persen pemasukan bagi keluarga petani. Pencapaian signifikan dalam hal ini. Dan masih banyak lagi kerja sama kami di berbagai bidang di sektor ini.

Kami juga bekerja sama dengan Indonesia di berbagai area kemaritiman. Kami mendukung agenda Indonesia dalam Our Ocean. Pemerintah Indonesia sangat memerhatikan masalah sampah plastik, keberlangsungan perikanan dan mangrove. Mangrove merupakan bagian penting dari dunia samudera biru. Pasalnya mangrove dapat melindungi kehidupan bawah laut empat kali lebih kuat dan mereka juga sangat baik untuk menghirup karbon. Mangrove juga digunakan sebagai tempat berlindung ikan-ikan kecil. Sama seperti Indonesia, Australia juga memiliki masalah dalam menjaga mangrove tetap berfungsi.

Kami juga bekerja sama dengan Indonesia dalam blue carbon. Kemitraan internasional dengan Indonesia di bidang ini terlihat dari bagaimana kami bersama-sama menjaga dan meregenerasi mangrove. Begitu pula dengan terumbu karang, kami harus menjaganya karena terumbu karang merupakan tempat berlindung makhluk hidup di laut. Kami akan mencari teknologi dan pelatihan terbaik untuk menjaga terumbu karang, serta membaginya dengan Indonesia.

#Area mana yang menjadi kerja sama prioritas Australia dengan Indonesia di sektor lingkungan?

Prioritas kami adalah pembangunan teknik, manajemen, dan kami memiliki misi khusus dalam area yang membutuhkan tindakan lebih, seperti penggundulan hutan. 

#Apa yang Ands pikirkan mengenai lingkungan Indonesia?

Lingkungan hidup Indonesia tergantung pada pemerintah Indonesia, bagaimana mereka berkomitmen untun bertindak menjaga lingkungan hidup itu. Dan saya tahu mereka sangat kuat dalam menjaga komitmen tersebut. Dan Australia sangat senang mendukung Indonesia sebagai mitra kuat dalam hal ini.


Dubes Australia untuk Lingkungan Hidup Patrick Suckling. (Foto: Marcheilla Ariesta)

#Sebelumnya Anda mengatakan Indonesia menaruh perhatian terhadap masalah sampah plastik di lautan. Apa yang Anda dapat bagikan untuk mengurangi sampah plastik tersebut?

Saya rasa semua negara memiliki permasalahan yang sama, selama dua tahun terakhir, isu sampah plastik menjadi isu besar dan kami semua sadar akan hal itu. Di Australia, sebagai contoh, kami mengurangi sampah plastik dengan mengubah kebiasaan menggunakan plastik. Di supermarket contohnya, kami tidak menggunakan sampah plastik, masyarakat atau konsumen sendiri yang membawa kantong belanjaan dari kain atau kertas untuk mengangkut barang belanjaan mereka. Australia juga memiliki program penghentian penggunaan microbead, biasanya dalam kosmetik. Saat microbead itu masuk ke lautan, dapat mengganggu rantai makanan yang ada di laut tersebut. Barang ini amat sangat kecil, namun sangat berbahaya bagi kehidupan di laut, bagi ikan-ikan dan kita sendiri.

Masyarakat harus menyadari hal tersebut dan mengambil tindakan sedikit banyak atas plastik ini. Dan kami tahu Indonesia sangat fokus dalam isu ini. Kami bekerja sama, dengan komunitas internasional untuk mengurai masalah ini. Ini masalah besar yang kami hadapi.

#Salah satu kunci besar dalam masalah perubahan iklim adalah aturan yang berlaku di negara itu sendiri. Bagaimana menurut Anda komitmen Indonesia dalam menangani masalah lingkungan hidup berdasarkan aturan yang berlaku?

Saya harus katakan bahwa aturan di Indonesia untuk memperbaiki hukum sangat kuat. Dan itu terlihat di target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang ingin dicapai Indonesia di PBB. SDGs dari PBB ini merupakan kombinasi tindakan yang sangat penting. Saya lihat Indonesia sangat berkomitmen. Indonesia sangat konstruktif, berpengaruh dan signifikan terhadap negosiasi perubahan iklim. Indonesia juga memiliki target kuat dalam mengimplementasikan Perjanjian Paris. Indonesia dan Australia sepakat untuk bekerja sama lebih lanjut di tingkat tinggi terkait komitmen ini.

Jadi Indonesia dan kami memiliki komitmen yang sangat kuat dengan aturan yang baik, regulasi yang baik untuk mengambil tindakan dalam menjaga perubahan iklim yang berdampak bahkan bagi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, aturan-aturan yang baik juga harus dibarengi kebijakan memakai dana negara. Tiongkok memberitahu kami bahwa mereka memakai hingga USD7 triliun untuk menangani perubahan iklim. Dan saya lihat Indonesia berpotensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi atas perubahan iklim tersebut.

#Solusi Australia untuk menghentikan dampak buruk dari perubahan iklim?

Yang Australia lakukan sebagai solusi perubahan iklim, di antara lain seluruh masyarakat harus setuju melakukan aksi perubahan iklim ini. Jika dari masyarakat mau mengubah kebiasaan untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya, maka negara itu bisa menyelesaikan masalah perubahan iklim sendiri. Dan dari Perjanjian Paris, mengajak kita ssmua untuk yakin dapat mengubah perubahan iklim ini. Ini merupakan langkah fundamental dan setiap negara harus menjadi bagian dari itu.

Dan dari Australia kami memainkan peran kami dengan membuat aturan agar masyarakat kami mengambil tindakan dalam mencegah perubahan iklim. Kami juga memiliki komitmen yang kuat terhadap energi terbarukan yang kami pakai untuk penerangan kami. Dan sudah hampir 90 persen warga Australia menggunkan panel solar untuk mendapatkan listrik. Kami masih terus mencari cara untuk mendapatkan suplai energi terbarukan yang tak hanya murah, tapi juga berkualitas.

#Apa yang bisa Indonesia pelajari dari Australia terkait regulasi emisi karbon yang mungkin bisa diimplementasikan di Indonesia?

Kami belajar satu sama lain, yang menjadi poin utama dari Perjanjian Paris. Dalam perjanjian tersebut disampaikan setiap negara memiliki perbedaan tantangan dan prioritas terhadap lingkungan. Dan sudah sepantasnya semua negara duduk bersama dalam satu meja, membahas masalah negara yang satu dan lainnya dengan menemukan solusi bersama-sama dalam bidang lingkungan hidup.

Hal yang berbeda, aturan yang berbeda tergantung dari situasi negara mereka. Dan ada hal yang sangat baik di perspektif Australia. Karenanya banyak sekali kerja sama yang kita lakukan, kita bekerja sama di banyak area antara Indonesia dan Australia, misalnya kami bekerja untuk menilai bagaimana komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris, apa yang sudah kalian lakukan, misalnya untuk kehutanan. Banyak potensi di kehutanan Indonesia yang bisa kalian gali, dan juga di sektor energi. Jadi sangat banyak kerja sama yang bisa kita lakukan dengan Indonesia di berbagai area. Seperti yang sudah saya sebutkan kami memiliki kerja sama di bidang laporan, melaporkan hutan. Australia membagikan kemampuan kami untuk Indonesia. Indonesia memiliki hutan yang besar dan karena itu sangat baik memiliki sistem laporan atas hutan-hutan tersebut. Kami juga bisa belajar dari kalian mengenai caranya di lapangan seperti apa. Sangat baik kerja sama ini bagi kedua negara. Di berbagai isu, area, kami datang bersama. Salah satu contoh baik tahun lalu, saat kita bersama bernegosiasi dengan perempuan mengenai perubahan iklim, di negara-negara kepulauan Pasifik. Karena menurut kami, perempuan sangat berdampak atas perubahan iklim. Jika terjadi sesuatu karena perubahan iklim, perempuan yang menjaga keluarga mereka. Dan kami juga butuh pemikiran-pemikiran praktis dari mereka.

Dan dari perspektif saya untuk menghentikan ini, mereka harus membantu mengembangkan aturan perubahan iklim yang sudah ada. Saya rasa sangat menarik ketika kami diskusi dengan para perempuan tersebut, mereka membawa pemikiran-pemikiran menarik. Hasilnya, aturan-aturan dari pemikiran mereka tengah digodok dan nantinya akan dibawa ke tingkat global. Bahkan banyak dari negosiator Indonesia adalah perempuan. Jadi sangat bagus sekali tahun lalu, terima kasih telah bergabung bersama kami dalam pelatihan dan diskusi di negara-negara kepulauan Pasifik. Ini agenda yang sangat fantastis dengan membantu para perempuan untuk berperan membantu negara mereka, masa depan anak-anak mereka. 

#Jadi Indonesia dan Australia berada di jalur yang tepat untuk mencapai Perjanjian Paris? Karena banyak negara yang melenceng dari perjanjian tersebut karena masalah teknis.

Saya ingin mengatakan bahwa kita memimpin di jalur yang benar. Apa yang orang sampaikan mengenai komitmen Perjanjian Paris kita adopsi dalam aturan kita untuk mencapai target dari perjanjian tersebut. Kami secara kolektif bekerja keras untuk mewujudkan rencana tersebut untuk memastikan temperatur global tidak melebihi ketentuan yang ada. Dan hal tersebut cukup sulit dilakukan. Hal itu menjadi masalah nyata ketika kita berusaha untuk kabur dari dampak yang ditimbulkan perubahan iklim. Jadi secara kolektif saat itu, kamu mencoba mengakui apa yang kami setujui di Perjanjian Paris. Secara kolektif kami mengungkapkan komitmen kami kepada seluruh dunia untuk mencapai target derajat bawah tersebut. Perjanjian Paris bukanlah hal yang pendek, jadi kami mencoba kembali mulai dari sini dan membuat komitmen dan secara kolektif komitmen tersebut meningkat secara signifikan. Bukan hal mudah, dan negara lain juga melakukan itu. Bahkan Indonesia secara ambisius menargetkan harus lebih dari 40 persen emisi, itu lah komitmen yang sangat signifikan dan dilakukan dengan baik.

Perjanjian Paris bukanlah sebuah perjanjian pendek, namun kita harus bekerja keras untuk mencapai target tersebut. Perjanjian Paris ini merupakan hal yang sangat besar dan dibutuhkan komitmen yang kuat. Sebelumnya hukum perubahan iklim meminta 10 negara teratas untuk meminta negara lain bekerja keras demi perubahan iklim. Namun, di Perjanjian Paris tidak begitu. Seluruh negara harus memiliki rencana sendiri, sesuai dengan kondisi dan situasi di negara tersebut, mereka harus memiliki target sesuai dengan kondisi mereka dan memiliki visi untuk meraih target tersebut. Kami harus membangun kepercayaan diri, kenyamanan kami dalam membuat rencana untuk perubahan iklim. Hal ini membuat negara-negara berkembang yang tergabung dalam Perjanjian Paris membuat komitmen dan perkembangan signifikan.

Karena perubahan iklim menjadi satu permasalahan dan tantangan bagi semua negara, semuanya harus mengambil tindakan, seluruh komunitas internasional harus melakukan tindakan. Namun, saat suatu negara menunjukkan sebuah sistem, masyarakat harus tetap percaya diri, belajar dari aksi, memahami sistem nasional sebagai sebuah kewajiban bersama. Dengan ini, komitmen tersebut dapat tercapai. Dan saya sangat yakin Perjanjian Paris akan tetap berjalan, setiap negara memahami apa yang harus mereka lakukan dan sistem mengambil tindakan dapat membuat komitmen tercapai. Itulah yang disampaikan Paris Agreement.

Tidak ada sistem yang terlalu mahal atau terlalu murah. Semuanya kompetitif, tergantung dari situasi yang ada di negara tersebut. Jadi teknologi, orang-orang membangun kepercayaan terhadap sistem baru, dan belajar dari melakukannya, akan membuat orang-orang memahami bahwa sistem tersebut membantu. Jadi dengan meningkatkan aksi lewat Perjanjian Paris, dapat membuat kita secara kolektif mencapai target. Kita harus mendukung seluruh dunia untuk komitmen lingkungan hidup.


Menara Eiffel bersinar dalam perayaan satu hari penerapan COP21. (Foto: AFP)

#Dapatkah Australia membantu Indonesia dalam menangani lubang hutan akibat penggundulan? Apa yang sudah dilakukan Australia untuk membantu Indonesia dalam area tersebut? Apa proyek konkret di sektor itu?

Pertama, kami sangat menghargai kepemimpinan nasional Indonesia di managemen hutan dalam menangani pembakaran lahan. Ini sangat signifikan, di perspektif Australia ini sangat baik. Kami membantu di konteks signifikan dan secara nasional Indonesia telah melakukannya dengan baik. Salah satu hal yang sangat sering kami lakukan dan penting adalah diskusi bersama. Karena sangat penting memahami asal emisi dari hutan yang dibakar, bagaimana mengurangi emisi dengan menjaga hutan tetap asri. Kita juga mengajarkan kepada warga lokal untuk mendapatkan uang dari hutan, tp bukan dengan menggundulinya. Inilah yang dilakukan Australia, hanya mencoba berbagi cara kami mengatur hutan. Ya, dan mereka mencari tahu bagaimana caranya menjaga hutan tetap pada tempatnya, bagaimana hutan dengan pohon yang banyak dapat mengurangi emisi karbon, bagaimana mendapatkan uang, namun tetap mempertahankan hutan 10, 20, 30 atau lebih banyak lagi tahun. 

Itulah bagaimana sistem menjaga hutan yang bisa Australia berikan untuk membantu masyarakat lokal, Indonesia selama tahun-tahun mendatang. Dan hal lainnya, adalah bagaimana kami dapat memberikan pelatihan terbaik untuk menangani hutan yang gundul akibat pembakaran lahan. Bagaimana kami menggunakan teknologi kami, mendapatkan dukungan dari komunitas dan bagaimana melakukan tindakan praktik untuk keberlangsungan hidup hutan kami, itu yang kami berikan dan kami juga banyak belajar dari hal tersebut. Sedikit yang saya pahami, sistem pertanian di Indonesia membutuhkan lebih banyak pasukan untuk menghentikan penggundulan hutan. 

Seperti yang Anda ketahui, berbagai wilayah di dunia, salah satunya Australia memiliki tantangan untuk membentuk intial land sehingga semakin banyak produk dihasilkan dan membuat keberlangsungan hidup setelah itu semakin baik. Sehingga tidak perlu menebang hutan untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan yang menghasilkan uang, karena Anda tetap bisa menggunakan lahan tersebut tanpa harus digunduli atau dibakar. 

Ada juga hal yang dipelajari Australia dari Indonesia, contohnya, kerja sama kehutanan kami beberapa tahun lalu sangat penting untuk mengadakan konsultasi komunitas sebelum Anda mengambil tindakan. Kami sangat banyak belajar dari situ. Jika ingin melakukan tindakan untuk hutan atau lingkungan, harus mengajak komunitas, mendengarkan pendapat mereka, konsultasi, partisipasi mereka dan hal itu akan berhasil dengan sangat baik. Dan itu salah satu contoh konkret yang kami pelajari dari Indonesia.

#Salah satu faktor penyebab pembakaran lahan adalah penanaman kelapa sawit, hal ini yang diungkapkan oleh Uni Eropa sehingga mereka melarang semua bentuk produk kelapa sawit kami. Bagaimana menurut Anda mengenai hal tersebut?

Saya pikir itu adalah salah satu langkah pembangunan. Dan saya pikir tidak semua negara memiliki pemahaman sama mengenai hal tersebut. Dan masih banyak cara bagaimana Indonesia menanam atau menggunakan kelapa sawit, yang bisa tetap konsisten dengan lingkungan hidup yang baik. Dan saya merasa Indonesia sangat kuat terhadap keberlangsungan penanaman kelapa sawit. Banyak orang senang membeli kelapa sawit Indonesia karena mereka tahu, itu diproduksi dengan tidak merusak lingkungan. Tentu saja dalam mempelajari lingkungan hidup, banyak hal yang harus kita lihat, hal baru yang berbeda mengenai keberlangsungan sistem dan perubahan iklim juga bisa dilakukan lewat teknik berbeda. Namun, apa yang saya dengar sejak saya tiba di sini, pemerintah Indonesia, dan komunitas petani Indonesia setuju dengan kelapa sawit. Dan bersama dengan pemerintah Australia akan membangun program yang baik mengenai keberlangsungan manajemen yang kuat terhadap pertanian di Indonesia.

#Jadi Australia tidak akan melarang kelapa sawit Indonesia?

Kami tidak akan melarang, karena kami menggunakan kelapa sawit juga.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close