Kompolnas Sebut Calon Kapolri Banyak PR, Termasuk Kasus Novel Baswedan

  • Whatsapp
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Idham Aziz mendatang memiliki pekerjaan rumah berat. Khususnya dalam menangani kasus penyiraman air keras Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan hingga saat ini penanganan kasus Novel masih berjalan. Karena itu, pihaknya masih terus menunggu kabar pasti dari pihak kepolisian. “On progress penanganan kasus Novel Baswedan itu yang jadi Pekerjaan Rumah Polisi untuk bisa diungkap,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (29/10).

Baca Juga:

Poengky mengakui, belakangan pihak kepolisian sudah melakukan proses penyelidikan yang sesuai dengan scientific crime investigation, Namun dirinya juga menilai dari beberapa kasus memang memiliki karakteristik masing-masing dan sulit untuk dihitung selesai secara matematika, termasuk kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

“Ada yang pengungkapannya cepat karena adanya saksi-saksi dan bukti-bukti yang match, ada yang kurang bukti dan kurang saksi yang melihat saat terjadinya peristiwa pidana,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko memastikan Jokowi akan menagih laporan tim teknis bentukan Polri untuk mengecek perkembangan kasus Novel Baswedan.

“Kebiasaan yang dilakukan Pak Jokowi selalu mengecek perkembangan pekerjaan yang beliau perintahkan,” kata Moeldoko di kantornya, Jakarta Selatan (18/10).

Presiden Jokowi sebelumnya memberikan waktu tiga bulan terhadap tim teknis untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Tim ini dibentuk pada pertengahan Juli 2019 dan bertanggung jawab langsung kepada Idham Azis.

Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Tim Pencari Fakta bentukan Polri dalam kasus penyiraman air keras. Kepada tim teknis, Presiden Jokowi memberikan waktu tiga bulan untuk menangkap pelaku penyiraman. Tenggat waktu itu akan habis pada pertengahan Oktober ini.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *