Konsep Jalan Tengah Sejalan dengan Pancasila

  • Whatsapp
Alwi Shihab nilai konsep jalan tengah sesuai dengan ideologi Indonesia, Pancasila (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Alwi Shihab mengatakan konsep jalan tengah yang diusung dalam World Peace Forum 2018, sangat sejalan dengan ideologi Indonesia, Pancasila. Karena itulah, ucap Alwi, Pancasila diminati negara-negara lain.
 
"Middle path (jalan tengah) sejalan dengan Pancasila karena middle path berada di tengah antara dua ekstrem, artinya kita menerima perbedaan karena kita berada di tengah. Semua etnis, agama, diterima dalam Pancasila. Karena itu, Pancasila diminati banyak negara," ucapnya kepada awak media di sela World Peace Forum 2018, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 15 Agustus 2018.
 
Dia mengatakan alasan pendiri bangsa tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Muslim karena ingin merangkul para pejuang non-Islam. Keputusan tersebut, kata Alwi, tepat karena menghasilkan harmonisasi antarumat beragama di Indonesia.
 
"Walaupun Indonesia mayoritas Muslim, namun tokoh Islam pada masa itu menganggap bahwa persatuan lebih penting daripada mendirikan negara Islam yang akan menjadikan yang non-Muslim termarjinalkan," tuturnya.
 
Alwi menambahkan, seharusnya masyarakat Indonesia jeli untuk melihat masuknya ideologi baru yang menggerogoti persatuan Indonesia. Dia mengatakan kelompok atau organisasi yang mengatasnamakan Islam namun mengkafirkan orang Islam sendiri sangat bahaya.
 
Menurut mantan Menteri Luar Negeri RI itu, persatuan adalah national interest atau kepentiangan nasional dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati.
 
"Dan Pancasila merupakan value dari semua agama, sama sekali tidak bertentangan, jadi kalau ada kelompok baru datang menganggap Pancasila itu tidak islami, sangat tidak benar," tegasnya.
 
Forum Perdamaian Dunia ke-7 digelar di Indonesia. Mengusung konsep jalan tengah, diharapkan forum ini dapat memberikan suatu inisiatif baik untuk diterapkan dalam kebijakan negara tiap anggotanya.
 
Kemarin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jalan tengah merupakan pendekatan terbaik dalam menyelesaikan beragam masalah dan tantangan global. Dengan berada di posisi tengah, suatu negara mampu bersikap objektif dan membantu mencarikan solusi tepat..

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *